🚜 UNTR Brief Results: Laba Bersih -80% YoY pada 1Q26, Jauh di Bawah Ekspektasi
Stockbit's take:
▪️ United Tractors ($UNTR) mencatat laba bersih Rp643 M pada 1Q26 (-80% YoY, -81% QoQ), jauh di bawah ekspektasi karena hanya setara 4% estimasi 2026F konsensus.
▪️ Hasil tersebut ditekan oleh: 1) menyusutnya laba usaha (-59% YoY, -57% QoQ), terutama pada segmen ‘emas dan mineral lainnya’, akibat penghentian sementara operasional tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources; dan 2) adanya one–off expense senilai Rp1,2 T terkait pembayaran terkait PPKH pada tambang nikel Stargate dan provisi terkait investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap yang bergerak di bidang geotermal.
▪️ Mengecualikan one–off expense tersebut, laba bersih UNTR pada 1Q26 akan tercatat sebesar Rp1,8 T (-44% YoY, -46% QoQ), masih tergolong di bawah ekspektasi (12% estimasi 2026F konsensus) mengingat ketidakpastian kuota RKAB batu bara.
▪️ Secara umum, kinerja seluruh segmen cenderung melemah, kecuali segmen ‘batu bara termal dan metalurgi’ yang mencatat kenaikan laba bersih +27% YoY/+112% QoQ akibat kenaikan harga batu bara dan lonjakan volume penjualan (+20% YoY, +47% QoQ). Baca kinerja operasional masing–masing segmen UNTR selama 1Q26 di sini https://stockbit.com/post/30886574.
▪️ Dari segi neraca, UNTR mencatat net debt Rp5,5 T per 1Q26 (vs. 2025: net cash Rp7,7 T). Ini mencerminkan akuisisi tambang emas Doup dari J Resources Asia Pasifik ($PSAB) yang tercatat memiliki aset senilai Rp3,9 T per Maret 2026 serta realisasi buyback ~Rp1,1 T selama 1Q26. UNTR sendiri kembali berencana melaksanakan buyback saham hingga Rp2 T pada 2Q26.
▪️ Kami akan menuliskan pembahasan mengenai kinerja UNTR secara lebih rinci setelah earnings call hari ini, Kamis (30/4).
______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit
