imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dalam rangka sayembara buku om @robertgunawankeren saya akan coba buatkan esainya

Saya akan berangkat dari definisi.

Solvency adalah kemampuan entitas (berikutnya disebut ESSA) dalam melunasi/memenuhi seluruh kewajibannya (liabilitas/debt/utang). Dalam kehidupan sehari-hari mungkin solvency bisa diibaratkan dana darurat kali ya. Tambahan sedikit, ini yang saya perhatikan dari keystats di stockbit dan beberapa platform berbasis investasi yang lain, perhitungan solvency seperti DER, DER seringkali hanya menghitung utang berbunga, tidak menghitung utang pada supplier, utang pajak, atau utang-utang sejenis lainnya. Menurut saya ada juga kok utang-utang yang pada dasarnya ga berbunga, tapi karena terlambat bayar jadi kena bunga, contohnya seperti sanksi bunga atas utang pajak yang kalo terlambat dibayar atau ada denda ke supplier kalo terlambat transfer dll. Jadi mungkin ada beberapa persepsi yang mungkin harus disamakan.

Management Effectiveness
Management Effectiveness yang dalam Bahasa Indonesianya diartikan efektivitas manajemen adalah kemampuan entitas (berikutnya juga akan disebut ESSA) untuk mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan. Sebenarnya management effectiveness ini banyak penerapannya, tidak hanya pas ngomongin uang saja (seperti hal nya solvency yang focus pada nilai uang), tapi dapat diterapkan pada lembaga-lembaga yang hamper ga ada uang nya. Contoh, efektivitas pengelolaan jadwal piket di sekolah, karang taruna, dan lain sebagainya.

Lanjut.
Untuk poin-poinya akan saya bahas 1 per 1 sebagai berikut:
1. Current Ratio
Rasio ini mengukur kemampuan ESSA melunasi kewajiban jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun menggunakan total aset lancarnya. Rumus rasio ini adalah total asset lancer / total utang lancer. Current Ratio ESSA ada di angka 10,55 yang adalah sangat besar. ESSA sangat mampu untuk melunasi utang2 jangka pendek nya dan dalam waktu dekat tidak perlu khawatir mengalami gagal bayar. Tapi harus dipahami juga bahwa current ratio ini menghitung seluruh asset lancer dan bukan kas, jadi kalo asset lancarnya banyakan persediaan atau supplies yang agak repot juga karena seperti persediaan barang / jasa nya harus kejual dulu.

2. Quick Ratiio
Rasio ini metrik likuiditas yang mengukur kemampuan ESSA dalam melunasi utang jangka pendek menggunakan aset paling lancar yaitu kas, piutang, surat berharga. Ini sebenernya mirip sama seperti current ratio cuman yang ini lebih cepet. Seperti deposito jaman sekarang hitungan menit pun bisa dicairkan, tidak seperti persediaan sebagaimana sudah saya jelaskan di poin 1. ESSA juga memiliki nilai 8,63 yang mana sangat aman untuk jangka pendek.

3. Debt to Equity Ratio (DER)
Rasio ini membandingkan total utang perusahaan dengan total ekuitas. Disini saya asumsikan pake utang bank berbunga saja. Disini ESSA ga ada datanya, saya penasaran juga masa sih ga ada utang bank. Ternyata terakhir punya utang bank itu di q1 2025. Gila juga. Jadi ESSA tidak punya utang bank yang menyebabkan DER nnya ESSA adalah 0, yang mana ini sangat-sangat baik dan aman. Kasarnya ga bisa bangkrut

4. LT Debt/Equity
Rasio ini membandingkan total utang jangka panjang perusahaan dengan total ekuitas. Dan sekali lagi angkanya 0 karena ESSA tidak punya utang bank jangka Panjang (lebih dari 1 tahun jatuh tempo nya). Ini jelas sangat-sangat aman.

5. Total Liabilities/Equity
Seperti Namanya Rasio ini membandingkan total liabilitas dan ekuitas. Disini segala jenis utang masuk, seperti utang ke supplier, utang pajak, dan utang2 lainnya. Nilai ESSA pun sangat baik yaitu 0,14. Ini menjelaskan bahwa modal/ekuitas perusahaan (baik dari moda awal, laba ditahan, dan akun2 ekuitas lainnya) itu sangat besar. Hampir 10x lipat utang-utangnya, yang sekali lagi sangat-sangat aman. Ditambah tidak ada utang bank

6. Total Debt/Assets
Ijin ini tidak saya jelaskan karena ESSA tidak punya utang bank dan nilainya 0.

7. Financial Leverage
Karena ngerjain essai ini saya baru tau rasio ini wkwkwkwkwk. Rasio ini mengukur penggunaan dana pinjaman (utang) oleh perusahaan untuk membiayai operasional dan pembelian aset dengan tujuan meningkatkan potensi keuntungan bagi pemegang saham. Rumusnya % perubahan EPS / %perubahan EBIT (EPS= laba per saham & EBIT= laba sebelum interest dan tax). Setelah saya baca2 rasio ini mengukur efektivitas penggunaan utang terhadap laba yang didapatkan ESSA. Nilainya 1,45. Saya jujur kurang paham karena belum baca neraca nya essa secara utuh Tapi sepertinya untuk q1 2026 rasio ini ga perlu2 amat karena essa sama sekali tidak ada utang bank. Yang perlu diperhatikan mungkin bagian tax nya saja

8. Interest Coverage
Rasio ini menunjukkan seberapa aman perusahaan dari risiko gagal bayar bunga. Nilai ESSA sangat-sangat tinggi dengan nilai 19,44 karena seperti sudah ber x x disebutkan ESSA ga punya utang bank. Secara umum niali >3 saja sudah cukup sehat. Lah ini ga punya utang bank giman mau gagal bayar wkwkwkwk

9. Free Cash Flow
Free Cash Flow (FCF) adalah jumlah kas tunai yang dihasilkan perusahaan setelah dikurangi pengeluaran modal (CapEx). FCF ESSA ada di angka 739 B. 739 Milyar ini kasarnya uang nganggur, bebas mau dipakai apa aja. Dengan FCF yang besar ESSA dapat sewaktu-waktu melkukan ekspansi tanpa perlu berhutang. FCF juga dapat memberikan kenyaman bagi para investor, karena FCF ini dapat digunakan juga untu buyback atau dibagikan menjadi dividen kalo ESSA bingung uangnya mau diapain lagi.

10. Altman Z Score
Sama seperti poin no 7, saya baru tau juga rasio ini. Kata google Altman Z Score adalah model analisis statistik yang menggabungkan lima rasio keuangan untuk memprediksi probabilitas kebangkrutan perusahaan dalam jangka waktu dua tahun. Ini digunakan sebagai indikator peringatan dini risiko keuangan. ESSA punya nilai 11,49. Secara umum nilai >3 sudah sanggat2 aman dan ESSA punya nilai jauh diatasnya. Hal ini mengindikasikan ESSA sangat aman dari kebangkrutan untuk 2 tahun ke depan.

Lanjut ke bagian management effectiveness.
1. Return on Assets (ROA) adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan total asetnya untuk menghasilkan laba bersih. Rumus nya adalah Laba bersih / Total Aset x 100%. ESSA punya skor 6,14% di sini.
2. Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih menggunakan modal. Rumusnya adalah Laba bersih / Total Aset x 100%. ESSA punya skor 8,89% di sini.
Untuk 2 metrik diatas coba saya bahas sekaligus. ROA dan ROE cukup umum buat investor kebanyakan karena erat hubungannya dengan profitabilitas perusahaan. Secara umum nilai ROA selalu < dari nilai ROE dari suatu perusahaan karena secara matematis ROA dihitung dari total asset yang mana dalam akuntansi asset = utang + modal. Tapi, mungkin ada suatu perusahaan atau emiten yang berbeda dari norma diatas. Lanjut, menurut saya pribadi profitaabilitas ESSA apabila diukur dengan metrics ini kurang menarik. Jika menghitung tingkat return yang akan didapat inestor dari ESSA ini nilai yang biasa aja, tapi jika melihat valuasi PBV yang 2x buku dan PE yang hamper 20 maka sekilas investor akan melihat ini perusahaan mahal. Namun, hal ini Kembali lagi ke nature bisnis nya ESSA yang adalah perusaahaan siklikal yang notabene price taker. Jadi cara menghitung valuasinya agak berbeda dari perusahaan kebanyakan (ini mungkin boleh dijadikan sayembara untuk bagi bagi buku berikutnya om heheheh^^)
3. Return on Capital Employed (ROCE) adalah rasio yang mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan modalnya (ekuitas + utang jangka panjang) untuk menghasilkan keuntungan. Rumusnya adalah laba bersih / modal kerja x 100% (modal kerja = debt + ekuitas). Nilai Essa disini adalah 11,45%
4. Return on Invested Capital (ROIC) adalah rasio yang mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan modalnya (utang dan ekuitas) untuk menghasilkan laba (laba bersih / invested capital x 100% (invested capital = debt + ekuitas-kas). Niali ESSA disini adalah 9,55%.
Dua metrics ini saya coba bahas lagi secara bersamaan. ROCE dan ROIC pada ummumnya sama, yaitu mengukur seberapa effisien ESSA dalam menghasilkan keuntungan. Buat saya nilai essa juga biasa aja alias ga terlalu impresif (buat saya tentunya, maaf agak subjektif hehehe). Oke, mungkin kitab isa bilang q1 2026 bukan lah puncak siklus buat ammonia, tapi jika liat saham favorit kesayaan kita semua, di puncak siklus batu bara ITMG bisa dapet poin sampe 70% - 80% di 2 metriks ini. Sedangkan ESSA di tahun 2022 dimana harga gas lagi tinggi2 nya, 2 metriks ini hanya menunjukan nilai 30-40% aja. ITMG 2x lipat lebih effisien disbanding ESSA secara historis. Buat say aini menjelaskan bahwa ESSA butuh capital/modal yang besar untuk expansi (heavy capital). Saya pribadi lebih suka perusahaan2 yang punya capital yang light, yaaaah mungkin pengcualian untuk 2 sektor favorit saya yaitu otomotif dan batu bara wkwkwkwk.
5. Days Sales Outstanding (DSO) adalah metrik keuangan yang mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang setelah penjualan kredit terjadi. Rumusnya piutang usaha / total penjualan kredit x jumlah hari dalam periode. Jumlah hari dalam periode disini bisa beda2 yak, tergantung jenis laporannya. Kalo laporan tahuna jumlah harinya 365 hari, kalo semesteran 180 hari, dan disini kuartalan yaitu 90 hari. ESSA disini skornya 27,2. Ini nilai yang cukup baik buat ESSA. Jadi ESSA dapat menagih piutang usaha mereka dan menerima uang cash dalam waktu sekitar 27 hari sejak sales (secara kredit) terjadi. Tidak sampai sebulan udah diterima uangnya. Cukup cepat, munkin ini terjadi karena rekanan/lawan transaksi yang beli ammonia dari ESSA adalah perusahaan yang cukup besar skalanya.
6. Days Inventory adalah metrik yang mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah persediaannya menjadi penjualan. Rumusnya rata2 persediaan /HPP x jumlah hari dalam periode. Nilai ESSA disini biasa aja bahkan cenderung ke jelek, yaitu 68,2. Jadi, barangnya ESSA bisa ngendap di gusang hampir 2 bulan WKWKWKWK bau ammonia ga tuh gudangnya?? Ini buat saya agak terlalu lama. Saya jujur ga terlalu paham dengan tata cara penyimpanan ammonia, jangka waktu penyimpanan, atau pun batas daluarsa ammonia, tapi jika mengasumsikan ammonia ini ga gampang rusak / busuk ini bisa jadi pembelaan perusahaan kenapa nyimpan inventory lama2 di Gudang. Atau mungkin ini bagian strategi ESSA, yaitu pas harga ammonia nya murah mereka tahan penjualan, nanti pas harga tinggi baru dilepas ke pasar barangnya. Cuman karen saya belum baca secara detail perusahaan ini jadi saya kurang tau terkait kontrak penjualan ESSA ini ke customer.
7. Days Payable Outstanding (DPO) adalah metrik yang mengukur jumlah rata-rata hari yang dibutuhkan perusahaan untuk melunasi utang usaha kepada pemasok atau vendor. Secara singkat ini kebalikannya Days Sales Outstanding. Nilai ESSA disini sangatsangat baik 18,24, artinya ESSA kalo ngutang ke supplier tuh cepet balikinnya, 18 hari alias ga sampe 3 minggu udah balik. Ini lebih cepat dari Days Sales Outstanding di poin 5 tadi. Sebenernya ada risiko cashflow disini, tapi risiko ini langsung hilang kalo liat current dan quick ratio ESSA yang gede banget wkwkwkwk.
8. Cash Conversion Cycle (CCC) adalah metrik yang mengukur waktu (dalam hari) yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi kas dari hasil penjualan. Semakin kecil nilainya maka semakin effisien perusahaan tersebut. Nilai ESSA disini 77,16. Metriks ini adalah kompilasi dari dari 5,6, dan 7. Kita jadi tau alas an kenapa angkanya tingggi adalah karena Days Inventory memiliki angka yang besar.
9. Receivable Turnover adalah rasio efisiensi yang mengukur seberapa cepat perusahaan menagih piutang dari pelanggan dalam satu periode. Ini saya ijin ga jelaskan lebih lanjut karena sebenernya mirip2 sama Days Sales Outstanding, Nilai ESSA disini 3,34.
10. Asset Turnover adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan atau penjualan dari total aset yang dimilikinya. Rumusnya penjualan bersih / rata-rata total asset. Nilai ESSA disini 0,46. Nilai Asset turnover yang baik biasanya >1. Tapi ga selalu, balik lagi harus kita pahami dulu nature bisnis dari perusahaan yang kita Analisa seperti perusahaan itu price taker atau price maker? siklikal atau growth? Light atau heavy capex dll baru kita bisa secara clear menggunakan matriks ini.
11. Inventory Turnover metrik yang mengukur seberapa cepat perusahaan menjual dan mengganti stok barangnya dalam satu periode tertentu. Nilai ESSA disini 5.04. Di metrics ini semakin besar nilainya semakin baik. Lazim nya semakin cepat berputar persediaan nya muter semakin baik dan semakin banyak laba yang didapatkan. Nilai ESSA disini juga so so aja, ga terlalu jelek tapi tidak special.

Oke setelah ngalor ngidul Panjang x lebar x tinggi mari kita masuk kesimpulan.
Dari cerita diatas dapat kita ambil beberapa kesimpulan:
1. ESSA adalah perusahaan yang sangat sangat sangaaaaaaat aman dari kebangkrutan akbita utang piutang. Ini dapat dilihat dari nilai solvency yang ciamik. Ditambah lagi ESSA saat ini ga punya utang bank. Jujur saya disini kaget, mengingat ESSA tuh heavy capital, pake banget. Hal ini menunjukan neraca ESSA yang sehat banget.
2. FCF yang tinggi juga memberikan ketenangan buat investor karena dengan FCF yang nyaris 800 milyar ESSA punya fleksibilitas untuk melakukan aksi korporasi. Mulai dari ekspansi bisnis, buyback dan bahkan kasih dividen jumbo buat pemegang sahamnya, dan inivsemua dapat dilakukan tanpa utang. Dari yang saya denger sih ESSA mau masuk bikin Blue Amonia terus mungkin kedepannya jadi Green mungkinkan uangnya bakal lari ke sini??? Ataau mungkin kedepannya ESSA bakal ambil pinjemanbank dalam jumlah besar who knows?
3. Dari yang saya lihat sekilas ESSA bukanlah perusahaan yang punya effisiensi yang tinggi. Engga jelek juga, tapi ya so so aja. Ini terlihat dari metrik2 yang ada di management effectiveness. Mungkin pandangan subjektif saya ini mucul karena saya ga terlalu paham sama nature bisnis nya ESSA. Ditambah lagi ESSA ini sangat sangat heavy capital, ini bikin nilai profitabilitas dan effisensi nya jadi kurang menarik di mata saya + valuasi yang ga murah membuat perusahaan ini kurang menarik dari sisi ini.
4. ESSA juga perusahaan yang cukup prudent dalam pengelolaan utang. Ga ada utang berbunga dan kecepatan dalam membayar supplier menjadi bukti GCG nya ESSA. Buat pemasok dan vendor nya ESSA ini tentu hal yang baik. Makin banyak pihak yang mau bertansaksi sama ESSA, dan jika sewaktu-waktu ESSA mau pinjem bank pun tentu akan punya credit score yang baik dan bisa dapat pinjaman yang kompetitf. OOT dikit, walaupun ga punya yield yang besar ESSA rutin setiap tahun bagi2 dividen, ini menunjukkan kepedulian ESSA terhadap nimority shareholder nya. 3 hal ini jadi bukti GCG ESSA yang baik.
Saya pribadi ga invest atau hold ESSA karena ga terlalu paham bisnisnya ESSA hehehe. Tulisan ini bukan ajakan jual beli dan hanya bentuk keikutsertaan acara bagi bagi buku nya om @robertgunawankeren
Terimakasih

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy