BTPS 1Q26: Laba Bersih +3% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi
📝 Stockbit's take:
▪️ Bank BTPN Syariah ($BTPS) mencatat laba bersih Rp319 M pada 1Q26 (+3% YoY, +25% QoQ), sejalan dengan ekspektasi karena setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 26% realisasi tahunan).
▪️ Kenaikan laba bersih didukung oleh penurunan beban provisi (-37% YoY) seiring dengan lanjut membaiknya indikator kualitas aset. Adapun Net Margin Income masih turun -3% YoY pada 1Q26, meski pembiayaan tumbuh +4% YoY/+3% QoQ.
▪️ Manajemen BTPS mempertahankan guidance pertumbuhan laba bersih 2026 di kisaran high–single digit (vs. 2025: +13% YoY).
Beban Provisi Turun Seiring Perbaikan Kualitas Aset
▪️ Cost of Credit (CoC) BTPS lanjut turun menjadi 5,4% pada 1Q26 (vs. 4Q25: 9,6%, 1Q25: 8,1%), menandai level terendah setidaknya sejak 2023. Penurunan CoC terjadi di tengah penurunan NPF gross menjadi 2,85% (vs. 4Q25: 2,92%, 1Q25: 3,56%) serta turunnya nilai write–off (-42% YoY).
▪️ Manajemen BTPS tidak memberikan guidance CoC untuk 2026, tetapi menegaskan bahwa angka pada April 2026 masih relatif sama dengan level 1Q26.
▪️ Manajemen sedang memantau kondisi kelangkaan bahan bakar di wilayah operasional, yang berpotensi menekan kualitas aset jika terjadi. Manajemen pun memperkirakan bahwa dampak inflasi terhadap kualitas aset akan bersifat lagging sekitar 6 bulan.
▪️ Terkait banjir di Sumatra pada akhir tahun lalu, jumlah pembiayaan yang direstrukturisasi telah turun menjadi Rp256 M per Maret 2026 (-14% QoQ) seiring 50% debitur terdampak telah melanjutkan pembayaran, dibandingkan ekspektasi sebelumnya 30–40% debitur melanjutkan pembayaran. Namun, manajemen menambahkan pencadangan sebesar Rp100 M untuk nasabah di wilayah tertentu yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Pembiayaan Lanjutkan Pertumbuhan, Net Margin Income Masih Terkontraksi
▪️ Manajemen mengekspektasikan pertumbuhan pembiayaan akan melambat pasca–Lebaran pada 2Q26, sebelum kembali menguat pada 2H26. Sebelumnya, manajemen menargetkan pertumbuhan pembiayaan di kisaran high–single digit selama 2026, sejalan dengan guidance kinerja laba bersih.
▪️ BTPS juga akan memulai pilot pembiayaan emas pada awal 3Q26, meski manajemen tidak merinci kebutuhan capex untuk program tersebut.
▪️ Meski kinerja pembiayaan menunjukan pertumbuhan pada Maret 2026, margin income masih tertekan akibat tertundanya pembayaran dari debitur terdampak banjir di Sumatra.
▪️ Dari sisi pendanaan, Cost of Fund turun menjadi 3,7% pada 1Q26 (vs. 4Q25: 4%, 1Q25: 4,4%), tetapi manajemen mengindikasikan bahwa penurunan lanjutan akan sulit terjadi.
______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit
