imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

šŸ¦ BBCA: Laba Bersih 1Q26 +4% YoY; Pembagian Dividen Kuartalan

Bank Central Asia ($BBCA) mencatat laba bersih Rp14,7 T pada 1Q26 (+4% YoY, +4% QoQ), sejalan dengan ekspektasi karena setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 25% realisasi 2025). Non–Interest Income (Non–II) yang tumbuh +16% YoY menjadi pendorong utama pertumbuhan laba bersih pada 1Q26, seiring kenaikan ā€˜fees and commissions’ sebesar +14% YoY. Sementara itu, Net Interest Income (NII) flat secara tahunan utamanya akibat penurunan asset yield, sehingga pertumbuhan earnings asset — obligasi dan kredit — tidak tercermin pada Interest Income. Beban provisi sendiri naik +23% YoY pada 1Q26, sehingga Cost of Credit (CoC) berada di level 0,6% dan di atas guidance 2026.

ā–Ŗļø Pertahankan Guidance 2026

Dalam earnings call 1Q26, manajemen BBCA mempertahankan seluruh guidance 2026 (lihat tabel). Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan beban provisi pada 1Q26 merupakan langkah proaktif atas situasi makroekonomi terkini sekaligus meningkatnya risiko di segmen ā€˜consumer’, ā€˜commercial’, dan ā€˜SME’. Dari sisi margin, manajemen mengakui tren tekanan pada loan yield terus berlanjut, meski mulai kembali naiknya yield obligasi pemerintah dan SRBI diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keseluruhan Net Interest Margin (NIM) BBCA baik secara langsung maupun tidak langsung.

ā–ŖļøStress Test Dampak Perang

Manajemen BBCA mengungkapkan bahwa dalam skenario terburuk perang Iran — yakni, dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran US$130–150/barrel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di kisaran 18.000–19.000 — berikut potensi dampaknya bagi BBCA:

- Loan growth akan melambat menjadi low–single digit atau flat (vs. guidance 2026: +8–10% YoY)
- NPL Ratio naik ke kisaran 3–3,2% (vs. realisasi 1Q26: 1,8%)

ā–Ŗļø Detail Pembayaran Dividen Kuartalan

Manajemen BBCA menyebut akan menjalankan rencana pembayaran dividen untuk tahun buku 2026 sebanyak 4x dalam setahun atau 1x per kuartal. Secara rinci, nominal dividen interim yang biasanya dibagikan di akhir tahun buku berjalan akan dipecah menjadi 3, dengan ekspektasi pembayaran dividen interim pada Juni, September, dan Desember. Sementara itu, dividen final seperti biasanya akan dibagikan pada akhir kuartal pertama atau April pada tahun berikutnya. Terkait prospek bertahannya dividend payout ratio di level yang tinggi, manajemen mengatakan bahwa perseroan masih perlu mempertimbangkan kebutuhan kredit dari para customer korporasi yang masih berekspansi, sehingga belum dapat memberikan guidance lebih lanjut.

šŸ”‘ Key Takeaway

Secara fundamental, di antara Big 4 Banks, kami mempertahankan preferensi pada BBCA dan BMRI, di mana aspek risk management serta portofolio yang kuat pada segmen ā€˜corporate’ membuat kedua bank tersebut relatif resilient, terutama dalam kondisi makroekonomi saat ini. Per Kamis (23/4), BBCA diperdagangkan pada valuasi 2,5x 1–Year Forward P/BV, sekitar -3 standar deviasi di bawah rata–rata historis 5 tahun, level yang atraktif menurut kami untuk investasi jangka panjang. Meski demikian, dalam jangka pendek–menengah, pergerakan harga saham perbankan termasuk BBCA berpotensi lebih dipengaruhi oleh sentimen investor asing (foreign flow), termasuk nilai tukar rupiah.

Stockbit Snips 23 April 2026:
https://cutt.ly/ttJNUTUg

Read more...
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy