Perang Iran Belum Selesai. Kenapa Pasar Saham Sudah Naik?
Di atas kertas perangnya blm selesai, blm ada titik terang. Trump bilag perpanjang gencatan senjata (entah utk keberapa kalinya). Kali ini nggak kasih deadline. Sudah siap2 JD Vance disuruh ke Pakistan lagi utk perundingan babak kedua. Tapi Iran yg nggak mau berunding.
AS serang dan sita 1 kapal tanker Iran di samudra hindia (jauh dari tempatnya perang. Tapi AS bilang kapal Iran di seluruh dunia akan jadi sasaran). Dah kayak bajak laut aja. Iran terus balas serang 2 kapal di Hormuz. Sampai skrg Hormuz juga masih ditutup. AS juga masih blokade hormuz.
Jadi, perangnya masih ruwet. Belum ada titik terang.
Tapi, pasar saham dunia sudah naik. S&P bukan cuma sudah lebih tinggi dari level sebelum perang, malah sudah ATH. MSCI Internasional sudah naik 2% dari level sebelum perang. IHSG aja yg ketinggalan bgt 😅 😅 😅. YTD masih minus 12% lebih. Tapi 1-2 minggu terakhir kan mulai naik.
Kenapa pasar saham sudah mulai naik?
Kalau menurut artikel di CNBC karena investor sudah nggak perhatikan masalah perang lagi. Perhatian sudah balik ke fundamental. Berita lengkap di sini https://cutt.ly/ctJJEKk5
Poin2 penting sbb
- Brian Stutland, CIO at Equity Armor Investments: “What the market is really doing is trying to look past what’s going on in Iran and saying this situation is going to slowly resolve itself. It may take some time, but we’re getting closer and closer towards the end rather than the beginning — and now it’s on to turn the next page”
- Ray Farris, chief economist for Eastspring Investments: “Markets perceive that the worst-case scenarios in this war are probably over. What we’re doing now is taking out all of those left-tail, worst-case, oil-at-$200-a-barrel risks, shifting the distribution of prices back and refocusing on earning”
- Grace Peters, co-head of global investment strategy at J.P. Morgan Private Bank: "investors are going back to thinking about fundamentals. Again and again, we see a geopolitical playbook where one-off events don’t dramatically impact markets. The recovery generally is quite swift.”"
- Luis Costa, global head of emerging market strategy at Citi: "Before the conflict, we were in an environment where… equity earnings expectations were being revised higher and higher at a much faster pace than [in developed markets]. I do believe that, for EM assets in general, the same situation is still valid."
- Daan Struyven, co-head of global commodities research at Goldman Sachs: “The fact that the ceasefire is extended implies there is no rise in the probability of fighting leading to significant damage to energy infrastructure”
Jadi pada intinya mereka sudah yakin bahwa perang AKAN mereda. Nggak akan sampai hancur2an. Jadi fokus balik ke fundamental.
Seperti sy tulis di artikel2 sebelumnya, Iran dan AS juga maunya sudahan. Perang itu capek dan mahal. Yg ketawa2 China. AS makin lemah, Iran makin tergantung sama dia. Kalau idiomnya zuò shān guān hǔ dòu (sit on the mountain and watch the tigers fight).
Sekarang ini AS dan Iran lagi tawar2an. Kayak emak2 nawar daging di pasar. Pura2 mau ditinggal, bilangnya kemahalan. Padahal ya balik lagi. Bilang nggak ada duit kalo segitu, padahal ya ada. Yg jual juga gitu. Bilang nggak bisa turun lagi, padahal ya ngarep.
Kita tinggal nunggu aja. Utk sementara keadaan akan tidak pasti seperti ini. Trump seneng2 aja, gocek pasar terus, insider trading. Pump and dump. Gini ini saya ngarep jadi anaknya Trump 😆.
Di suatu titik nanti, kalau dah sama2 capek, keduanya akhirnya akan buat persetujuan. Bentuk persetujuan ini akan menentukan seberapa jauh AS kehilangan power dan seberapa jauh power Iran akan meningkat. Dunia akan berubah. Tapi garis besarnya adalah (ini sy kira2 aja ya):
- Dunia yg unipolar (AS jadi preman terbesar) akan jadi multipolar (masing2 wilayah ada premannya). AS preman di benua amerika. Rusia preman di Eropa. China preman di Asia Timur. Iran preman di negara2 teluk.
- Dunia makin tidak aman dan tidak pasti. Perlombaan senjata meningkat. Globalisasi berubah jadi de-globalisasi. Peluang konflik meningkat.
- de-globalisasi membuat supply chain tidak efisien. Harga2 akan meningkat.
- USD melemah seiring turunnya power AS
- setiap negara akan menumpuk cadangan komoditas yg dianggap penting (minyak, gas, bbrp jenis metal, tanah jarang)
- Emas akan terus naik. Sebagai pengganti USD, dan karena keadaan dunia yg makin tidak pasti.
- Minyak dan gas utk sementara akan tinggi. Negara2 akan tambah cadangan, dan refill cadangan yg sekarang terpakai. Tapi jangka panjang akan turun, kalah sama EBT. Berkaca dari perang ini, rentan kalau energi mengandalkan minyak dan gas.
- Pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat. Perbedaan kaya - miskin makin lebar.
- Fluktuasi pasar saham akan makin besar. Ini tantangan, sekaligus peluang 😎
Demikian perkiraan saya keadaan dunia kira2 akan bgmn pasca perang Iran ini. Porto sy sudah menyesuaikan. Kalau prediksi sy benar, saya akan cuan kotos2
Semoga bermanfaat 🙂
$IHSG $MEDC $BRMS
