📈 BBTN: Laba Bersih +23% YoY pada 1Q26, Lampaui Ekspektasi
Stockbit's take:
▪️ Bank Tabungan Negara ($BBTN) mencatat laba bersih Rp1,1 T pada 1Q26 (+23% YoY, -8% QoQ), melampaui ekspektasi karena setara 30% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 26% realisasi 2025).
▪️ Pertumbuhan laba bersih secara tahunan pada 1Q26 didukung oleh penurunan beban provisi (-8% YoY, -47% QoQ) dan beban bunga (-16% YoY, -9% QoQ), di tengah pelemahan pendapatan bunga (-3% YoY, -18% QoQ) dan kenaikan opex (+7% YoY. -15% QoQ).
▪️ Pada pertengahan 2026, manajemen BBTN membuka peluang untuk merevisi guidance 2026F (lihat tabel di bawah) akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu. Namun, manajemen optimistis bahwa kualitas aset akan terus mengalami perbaikan, sementara Cost of Fund (CoF) akan tetap terjaga relatif rendah.
Kualitas Aset Lanjut Menunjukkan Perbaikan
▪️ Penurunan beban provisi membuat Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,9% pada 1Q26 (vs. 1Q25: 1,1%), di bawah guidance 2026F manajemen di kisaran 1–1,2%, seiring penurunan gross Non–Performing Loan (NPL) menjadi 3,1% (vs. 1Q25: 3,3%, 4Q25: 3,1%).
▪️ Manajemen mengekspektasikan NPL dapat turun lebih lanjut, dengan sejumlah leading indicator seperti Loan–at–Risk (LAR) dan Day Past Due untuk 12 dan 24 bulan yang menunjukkan perbaikan. Manajemen juga baru saja memberikan guidance LAR untuk 2026 (lihat tabel di bawah).
▪️ Dinamika ini membuat NPL Coverage Ratio meningkat menjadi 124% pada 1Q26 (vs. 1Q25: 105%) dan ditargetkan meningkat ke kisaran 125–130% pada akhir 2026.
Meskipun coverage ratio berpotensi ditingkatkan, kami menilai beban provisi akan cenderung menurun secara tahunan selama 2026, mempertimbangkan high–base dari CoC pada 2025.
CoF Lanjut Melandai
▪️ CoF BBTN turun menjadi 3% pada 1Q26 (vs. 2025: 3,9%, 1Q25: 4,1%), didukung oleh: 1) meningkatnya porsi CASA berbiaya rendah; 2) pembatasan pemberian special rate terhadap nasabah institusi; dan 3) peningkatan porsi pendanaan dari institusi berskala menengah.
▪️ Institusi berukuran menengah memiliki CoF yang rendah di 3,2%, dibanding skala besar di 4,5%, sehingga manajemen pun berupaya meningkatkan porsinya menjadi 40% dari total pendanaan institusi pada akhir 2026 (vs. 1Q26: 36%).
▪️ Strategi ini membuat manajemen optimistis dapat menjaga CoF tetap rendah, meski mengakui bahwa ruang penurunan CoF lebih lanjut relatif terbatas.
▪️ BBTN juga mewaspadai risiko ketegangan geopolitik yang dapat berdampak negatif terhadap likuiditas perbankan, seiring dengan potensi meningkatnya penerbitan serta imbal hasil obligasi pemerintah.
Kredit Diupayakan Tumbuh di Batas Atas Guidance 2026
▪️ BBTN akan mengupayakan kredit untuk tumbuh di level +10% YoY selama 2026, mempertimbangkan realisasi per Maret 2026 yang solid di +10% YoY (vs. Desember 2025: +12% YoY, Maret 2025: +5% YoY).
▪️ Kontribusi kredit non–perumahan juga meningkat menjadi 18% per Maret 2026 (vs. Maret 2025: 14%) dan ditargetkan mencapai 30% pada 2030.
▪️ Kami menilai bahwa peningkatan proporsi kredit non–perumahan per Maret 2026 menjadi salah satu faktor yang menekan loan yield menjadi 7,3% pada 1Q26 (vs. 1Q25: 8,4%), mengingat segmen ini cenderung memiliki yield lebih rendah dibandingkan kredit perumahan.
______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit
