🚨"GIANTS BLEED": Lo Kheng Hong, Haiyanto, Fidelity, UBS, JPMorgan, BNP Paribas… Semuanya NYANGKUT di 18 Saham yang Bakal Delisting!💣🔥
Ini bukan berita biasa.. Ini pelajaran mahal yang harus kamu perhatikan..
Bursa Efek Indonesia sudah mengumumkan: 18 saham akan delisting permanen 10 November 2026..
Dan yang bikin geleng-geleng kepala: investor legendaris, fund global raksasa, bahkan dana pensiun BUMN ikut nyangkut parah..
Lihat ini:
Lo Kheng Hong (Warren Buffett Indonesia) → nyangkut di SRIL (Sritex) sebesar Rp30+ miliar
Haiyanto (investor besar) → muncul di TELE (8,31%) dan DUCK (4,88%)
Fidelity Funds (salah satu asset manager terbesar dunia) → pegang 9,88% di DUCK
UBS AG London → 8,49% di PLAS
JPMorgan (via JPMCB) → 18,37% di SKYB
BNP Paribas Singapore → 15,16% di MABA
Nomura, DBS Bank, UOB Kay Hian, Citibank New York, CA Indosuez (Swiss) → semua ikut nyangkut di berbagai saham suspensi..
Belum lagi dana BUMN:
Dana Pensiun Pertamina (8,05% di SUGI), Asabri (6,57% di LCGP), Dana Pensiun Bukit Asam (5,55% di LCGP), dan anak usaha Telkom (PT PINS) 24% di TELE..
Mereka semua riil inflow asing atau institusi besar… tapi tetap terjebak bertahun-tahun!
Saham-saham ini sudah suspensi 50–80 bulan, banyak yang pailit, utang menggunung, bisnis mati..
Pemegang saham publik? Paling belakang saat likuidasi.. Modal hilang.. Buyback? Entahlah..
Pelajaran Keras yang Harus Kamu Ingat Selamanya:
1. JANGAN FOMO ikut inflow asing atau nama besar..
Lihat asing masuk → langsung gaspol.. Padahal mereka juga manusia.. Bisa salah.. Bisa nyangkut.. Apalagi kita ritel yang modal pas-pasan..
2. JANGAN TERTIPU
Harga murah banget? PBV 0,1x? PER negatif bertahun-tahun? Itu bukan “murah meriah”, itu sinyal bahaya.. Jangan tertipu..
3. AWAS HUTANG
Rasio hutang adalah pembunuh diam-diam..
Utang jauh lebih besar dari ekuitas? Cash flow negatif terus? Gagal bayar?
Itu red flag nomor satu.. SRIL, TELE, SBAT, dan banyak yang lain mati karena ini.. Cek dulu sebelum beli..
4. AWAS GORENGAN
Gorengan tetap gorengan..
Kalau kamu beli cuma karena “ada fund besar”, “ada konglo”, “asing inflow”, atau “paling murah” → itu bukan investasi, itu judi..
Akhirnya delisting, suspensi panjang, atau pailit.. Modal lenyap.. Hati-hati..
Intinya satu:
Tidak ada yang namanya “safe bet” di saham..
Bahkan raksasa sekelas Fidelity, JPMorgan, Lo Kheng Hong, dan dana pensiun BUMN pun bisa terjebak..
Kamu ritel? Lebih harus extra hati-hati.. DYOR.. Cek fundamental.. Lihat hutang.. Hitung valuasi.. Hindari FOMO..
Kalau tidak, jangan salahkan pasar nanti.. Salahkan diri sendiri karena ikut-ikutan..
#bukan ajakan jual beli saham tertentu
#selalu lakukan analisa mandiri
random tags: $ADRO $PADI $BNBR