$OILS dan $OASA kejadiannya begitu cepat, sat set kaya F1. Saya cuan, tapi apa semua pasti cuan juga misal dapat alert yang sama? Jawabannya ENGGAK
Salah satu bias terbesar dalam dunia trading adalah ilusi tentang winrate 100%.
Banyak pelaku pasar, terutama ritel, masih terjebak pada asumsi bahwa ada sistem atau metode yang mampu menghasilkan kepastian absolut.
Padahal secara prinsip dasar aja, itu udah bertentangan dengan sifat market itu sendiri. Market itu probabilistic environment, bukan deterministic system. Artinya, yang kita hadapi adalah kemungkinan, bukan kepastian.
Buat saya winrate 100% itu gak ada, amat sangat mustahil. Kita harus berfikir realistis, buat saya yang jual mimpi pasti bagger, pasti naik, trading aman, itu bullshit
Bagaimanapun trading itu salah satu bisnis yang sangat high risk dan yang pasti high reward akan diberingi oleh high risk, gak mungkin zero risk.
Jadi kalau ada yang bilang trading winrate 100%, buat saya dia secara tidak langsung sedang mengabaikan satu konsep fundamental high return selalu merupakan kompensasi dari high risk.
Gak ada return tanpa risk.
Dan gak ada strategi yang bisa mengeliminasi risk menjadi nol.
Yang bisa dilakukan hanyalah, mengelola risk, bukan menghilangkannya.
Kalau teman2 lihat winrate saya tinggi, tapi apa 100%? ENGGAK. Dalam praktiknya, bahkan sistem yang sudah teruji pun tetap berbasis probabilitas.
Saya ada alert dan sistem, yang menurut saya sangat bagus, dia bisa ngefilter kondisi market real time. Tanpa optimasi dan anggep kita buta, asal ada alert, semua dientry sesuai alert 97% naik, dan 92% naik di atas 2% saya itung 3 bulan ini dalam kondisi market bearish. Tapi apa 100%? Enggak
Dan selisih kecil itulah yang sering diabaikan, padahal justru di situlah letak risiko terbesar.
Coba tanya bang @gercepgercep kalau gak percaya, lagi dioptimasi juga barangkali bisa di naikkan
Untuk saya sendiri, ada lapisan lain yang sering gak kelihatan oleh teman2, discretionary layer, semisal interpretasi bidoffer dynamics, analisis running trade (tape reading), pemilihan likuiditas emiten, pemahaman behavioral pattern tiap saham, penilaian apakah suatu emiten layak dihaka atau enggak meski muncul di alert. Ini area yang gak sepenuhnya bisa dikodifikasi ke dalam sistem.
Kenapa?
Karena market bersifat nonlinear, adaptif, dan kontekstual.
Kalau ada yang tanya, kenapa batasan ini gak dimasukkan ke alert untuk batasan ini?
Karena sistem juga punya keterbatasan, gak bisa semua dimasukkan, nah di sana butuh feeling dan skill yang emang harus diasah dari sering nyoba
Kemudian dari segi waktu, gak semua emiten itu harus naik hari itu, ada yang harus hold beberapa hari, kena kocokan dikit baru naik kenceng. Nah apa semua ritel punya money management dan psikologis yang sama? Siap hold merah, siap TP tipis dan gak serakah, juga siap kena kocokan dan gak all in? Jawabannya enggak, banyak ritel yang gak disiplin, pengen all in, dan nganggep market itu ATM harian
Di sini tantangan terbesarnya, bukan pada sistemnya, tetapi pada psikologi pelaku pasar. Realitanya gak semua trader siap FL, gak semua mampu hold sesuai rencana, dan gak semua disiplin ambil profit kecil. Banyak yang overexposed (all in) dan overtrading, akibatnya, sistem yang sama bisa menghasilkan outcome yang sangat berbeda.
Belum lagi adanya exogenous factors, distribusi institusi dalam jumlah besar, perubahan sentimen makro, berita negatif yang gak terprediksi. Faktor2 ini berada di luar jangkauan sistem mana pun.
Karena pada akhirnya satu2 kepastian di market adalah ketidakpastian itu sendiri.
Karena itu sebagus apapun sistem, sebagus apapun alert, tetap banyak faktor penentu lain. Dengan alert dan sistem yang sama, hasil bisa jadi jauh berbeda. Karena ada perbedaan psikologis, money management, dan pengalaman. Jari dan otak tiap orang itu tidak sama dan bukan mesin industri Jendral
Apalagi dengan sistem apa adanya, belum pernah uji coba, dan psikologis belum pernah dihajar market, gak akan bisa. Tapi sayangnya ritel gak pernah mikir ini. Mereka selalu nganggep pasti hit.
Perjuangan bikin alert yang bener itu panjang banget. Tapi perjuangan benerin psikologis, mental, dan pengalaman itu jauh lebih panjang
Jangan cari sistem yang “selalu benar”. Carilah sistem yang punya positive expectancy, bisa bertahan dalam berbagai kondisi market, dan bisa dieksekusi secara konsisten. Karena dalam jangka panjang,
yang nentuin keberhasilan bukan seberapa sering kita benar, tapi seberapa baik kita mengelola saat benar dan saat salah.
Random tag $DEWA
