🏦 BMRI CDM Key Takeaways: Becoming Better and Better

Stockbit mengadakan Closed Door Meeting (CDM) dengan Bank Mandiri ($BMRI) pada Senin (30/3). Berikut beberapa catatan penting kami:

1. The Path to 21–23% ROE

Setelah meng–highlight pencapaian BMRI hingga kini berada pada fase yang lebih baik dibandingkan periode pra–Covid, BMRI optimistis bahwa ruang untuk menjadi semakin baik ke depannya masih terbuka. Pada fase sebelumnya (pasca–Covid vs. pra–Covid), 2 hal yang difokuskan BMRI adalah risk management dan opex efficiency yang lebih baik, yang hasilnya terlihat pada kedua chart terlampir. Ke depan, BMRI melihat beberapa peluang di area: 1) merchant transactions untuk mendukung low–cost funding (CASA); dan 2) wealth management. BMRI melihat Return–on–Equity (ROE) ke depan bisa semakin meningkat ke kisaran 21–23% (vs. 2025: 20%), seiring improvement berkelanjutan yang dilakukan perseroan.

2. Risiko Kinerja dari Situasi Eksternal; Potensi Final Dividend Yield 8,1%

Dengan situasi geopolitik yang masih mengandung banyak ketidakpastian, BMRI cenderung lebih berhati–hati dalam penyaluran kredit dan akan menambahkan pencadangan kredit bermasalah (provisioning). Selain itu, risiko bertahannya harga energi di level yang tinggi secara berkepanjangan berpotensi menimbulkan risiko pada likuiditas perbankan dan margin, seiring potensi respons regulator untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah. Meski demikian, BMRI tidak merinci potensi perubahan target 2026, sehingga kita harus menunggu earnings call kinerja 1Q26 yang akan diselenggarakan pada pekan ke–3 atau ke–4 April 2026. Sebagai pengingat, berikut guidance 2026 dari BMRI:

• Loan growth: +7–9% (vs. 2025: +13%)

• Net Interest Margin (NIM): 4,6–4,8% (vs. 2025: 4,9%)

• CoC: 0,6–0,8% (vs. 2025: 0,6%)

Sementara itu, dengan kondisi yang lebih menantang, BMRI lebih condong untuk “mengembalikan” modal lebih banyak ke pemegang saham, mengindikasikan bahwa dividend payout ratio berpotensi di kisaran yang lebih tinggi. Guidance payout ratio dari BMRI sendiri berkisar 70–80%, meski keputusan terakhir akan tetap berada pada pemegang saham. Dengan asumsi payout ratio 80%, dividen final per saham dari tahun buku 2025 mencapai Rp383/saham, mengindikasikan final dividend yield 8,1% berdasarkan harga intraday hari ini, Selasa (31/3), di Rp4.710/saham.

______
Edi Chandren (@edichand)
Investment Analyst Lead Stockbit

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy