imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🛢️ ENRG Closed Door Meeting: Guidance Produksi 2026 & Sejumlah Rencana Pengembangan Ke Depan

Stockbit mengadakan Closed Door Meeting dengan manajemen dan tim investment relations Energi Mega Persada ($ENRG) pada 12 Maret 2026. Berikut rangkuman hasil pertemuan tersebut:

1. Produksi Migas 2025 Tertekan, Berpotensi Tumbuh pada 2026 Didorong Produksi Minyak

Total produksi migas selama 2025 turun -3,7% YoY menjadi ~44,5 MBOEPD (vs 2024: 46,2 MBOEPD), ditekan penurunan produksi gas -5,2% YoY menjadi ~217 MMSCFD (vs 2024: 229 MMSCFD) akibat natural decline di Blok Kangean. Di sisi lain, produksi minyak naik +2,5% YoY menjadi ~8,3 MBOPD (vs 2024: 8,1 MBOEPD), didorong oleh akuisisi 3 blok yang sudah berproduksi, yakni akuisisi Blok Siak, Blok Kampar, dan penambahan kepemilikan di Blok Kangean.

Untuk 2026, ENRG menargetkan pertumbuhan produksi minyak sekitar +10–15% YoY, didorong oleh kenaikan produksi minyak di Blok Malacca, yang berpotensi memberikan tambahan produksi sekitar 1–1,5 MBOPD (setara 12–18% produksi minyak 2025) dan sudah mulai berproduksi pada Maret 2026. Selain itu, tambahan produksi dari Blok Bentu berpotensi memberikan tambahan produksi sekitar 1,5–2,5 MBOPD (setara 18–30% produksi minyak 2025) dan direncanakan mulai berproduksi pada 2H26. Adapun produksi gas pada 2026 diperkirakan relatif stabil.

Sebagai konteks, Blok Kangean dan Blok Malacca merupakan blok terbesar ke–2 dan ke–5 bagi ENRG, dengan kontribusi masing–masing sebesar ~22% dan ~11% total produksi migas perseroan pada 2025.

2. Pertumbuhan Produksi Didorong Sejumlah Proyek Baru

ENRG terus menambah produksi melalui pengembangan beberapa blok utama, yaitu:

• Di Blok Sengkang, ENRG telah menambah kepemilikan menjadi 100% dan menemukan gas baru dengan potensi cadangan yang besar hingga sekitar 0,2–0,5 TCF (setara ~19–46% total cadangan gas 2P 2025). Estimasi produksi gas awal sekitar 25–36 MMSCFD, dengan potensi absolute open flow (AOF) sebesar 120 MMSCFD (vs. produksi gas 2025: 217 MMSCFD), yang direncanakan mulai berproduksi pada 2028 atau 2029.

• Di Blok Gebang, produksi akan dimulai pada awal 2027 dengan target 40 MMSCFD (setara ~19% total produksi gas 2025) dan akan meningkat hingga 100 MMSCFD pada 2030 (setara ~46% total produksi gas 2025).

• Di Blok Bentu, ENRG menemukan kandungan minyak dengan potensi cadangan sebesar 20 MMBOE (setara ~44% total cadangan minyak 2P 2025), dengan estimasi tambahan produksi minyak sekitar 1,5–2,5 MBOPD (setara ~18–30% produksi minyak 2025).

Sebagai konteks, Blok Sengkang merupakan blok terbesar ke–4 bagi ENRG, dengan kontribusi produksi ~6,7 MBOEPD (setara ~15% total produksi migas 2025).

3. Aset Gas Menjadi Prioritas Akuisisi

Ketika melakukan akuisisi, ENRG memprioritaskan blok yang sudah berproduksi agar dapat langsung memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Perseroan juga cenderung memprioritaskan aset gas, mengingat sekitar 80% produksi ENRG berasal dari gas. Selain itu, target blok diharapkan memiliki umur cadangan minimal ~10 tahun — sejalan dengan rata–rata umur cadangan ENRG saat ini di ~14 tahun — dengan valuasi di bawah US$2–3 per BOE per cadangan 2P.

_____
Christian William Munaba (@chriswill97)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy