imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sepasang kekasih yang keduanya akuntan sedang bertengkar di jalan. Ini terjadi karena ada perbedaan pendapat dalam pekerjaan mereka. Yang pria, telah mengesahkan audit laporan keuangan yang telah dimanipulasi angkanya, bersama sejumlah kolega lain. Sedangkan yang Wanita, keukeuh untuk tidak mau menerima dan menandatangani laporan audit itu.

Pria itu membujuk agar kekasihnya menutup mata untuk kali ini saja. Pacarnya menolak. Pria itu menanyakan apa yang kamu dapatkan dengan ngotot seperti itu. Sang pacar menjawab, โ€œ๐ˆ๐ง๐ข ๐›๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐ญ๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ง๐๐š๐ฉ๐š๐ญ๐ค๐š๐ง. ๐ˆ๐ง๐ข ๐ญ๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐š๐ ๐š๐ซ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ค๐ž๐ก๐ข๐ฅ๐š๐ง๐ ๐š๐ง.โ€

Si pria mengukur kepantasan perilakunya dari apa yang ia peroleh, uang dan karir. Yang wanita mengukur kepantasan perilakunya dari apa yang tidak boleh hilang darinya, kemanusiaan, keadilan, kejujuran, dan harga diri.

Adegan di atas adalah cuplikan dari sebuah drakor yang saya tonton bersama istri. Ketika mendengar kalimat terakhir itu, I had goosebump. Setelahnya, ia terus terngiang di kepala. Bear with me, I am a thinker.

Segitunya, sampai saya memikirkan kembali, apakah ada keputusan-keputusan atau tindakan-tindakan dalam berinvestasi, yang membuat saya kehilangan sesuatu sebagai manusia. Maybe you should too, because life is only once and you donโ€™t want to end the story badly.

๐ˆ๐“โ€™๐’ ๐๐Ž๐“ ๐€๐๐Ž๐”๐“ ๐†๐€๐ˆ๐๐ˆ๐๐†. ๐ˆ๐“โ€™๐’ ๐€๐๐Ž๐”๐“ ๐๐Ž๐“ ๐‹๐Ž๐’๐ˆ๐๐†.

Frasa ini jangan diartikan hanya sebatas tangible assets seperti uang saja. Think broader!

Apakah kalau memanipulasi saham, menciptakan korban di mana-mana, benar-benar memperkaya diri atau justru kehilangan banyak sampai sudah bukan jadi manusia lagi?

Apakah jika membonceng bandar, kita tidak kehilangan kemerdekaan intelektualitas, rasionalitas, kesehatan emosional?

Kalau beli saham karena tau emitennya mau masuk indeks dengan mencurangi data dan transaksi, apakah kita tidak sedang mengkerdilkan kecerdasan (ada lho yang libur 1 tahun karena mentok kecerdasannya ketika jurusnya mandeg) dan kehilangan harga diri?

Apakah strategi trading harian kita tidak membuat kita mempertaruhkan waktu, tenaga, hubungan, dan Kesehatan?

Kalau saya buka kelas berbayar yang tidak kompeten atau yang bodong, apakah saya tidak sedang kehilangan kejujuran, integritas, dan kemanusiaan?

Jawaban si wanita tadi, seharusnya menjadi landasan bagi manusia untuk setiap aksinya dalam kehidupan. The world will be a better place if majority of humanbeing think that way. Namun apa daya, sejarah menunjukkan bahwa manusia selalu cenderung mengukur apa yang pantas dilakukan berdasarkan pada apa yang diperoleh, bukan dari apa yang menjadikan kemanusiaan tetap utuh.

Random tag

$INDS $PTRO $BUMI

Read more...
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy