Presiden Prabowo Hanya Akan Pertimbangkan Defisit APBN Melebihi Limit untuk Sementara dalam Krisis
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kepada Bloomberg bahwa dirinya hanya akan mempertimbangkan defisit APBN melebihi limit 3% terhadap PDB untuk sementara jika dalam situasi darurat, sembari menambahkan bahwa dia tetap berkomitmen pada disiplin fiskal. Presiden Prabowo menyebut bahwa dirinya yakin pemerintah dapat menghindari kenaikan harga BBM, tetapi akan “sangat sulit” jika harga minyak melebihi US$120/barel untuk jangka waktu yang lama. Pernyataan Presiden Prabowo tersebut muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Jumat (13/3) bahwa pemerintah telah menganalisis 3 skenario terkait fluktuasi harga minyak dan nilai tukar rupiah, dengan setiap skenario menunjukkan bahwa mencapai target defisit akan sulit tanpa pemotongan belanja negara. Presiden Prabowo menyebut bahwa dirinya tidak akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis, serta menyebut bahwa pemerintah tengah fokus pada solusi lain seperti upaya mengurangi konsumsi BBM.
[Sumber: Bloomberg]
------
Stockbit Sekuritas