@SalmanMusaffa kemungkinan disebabkan banyak hal, seperti penjelasan di bawah ini:
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), hasil merger XL Axiata dan Smartfren, mencatat rugi bersih Rp4,42-4,43 triliun sepanjang 2025, berbalik dari laba Rp1,82 triliun pada 2024. Meski pendapatan tumbuh 23,41% menjadi Rp42,44 triliun, beban operasional melonjak lebih cepat hingga 52,22% menjadi Rp43,58 triliun.[indopremier +1]
Penyebab Utama Kerugian
Lonjakan beban usaha didorong oleh proses integrasi pasca-merger, termasuk beban penyusutan dan amortisasi yang naik menjadi Rp17,58 triliun dari Rp12,07 triliun. Beban infrastruktur membengkak ke Rp12,3 triliun (dari Rp8,9 triliun), beban gaji karyawan Rp4,2 triliun (dari Rp1,7 triliun), serta beban interkoneksi Rp4,9 triliun (dari Rp3,2 triliun).[idxch +1]
Dampak Non-Operasional
Biaya keuangan meningkat menjadi Rp4,02 triliun dari Rp3,11 triliun akibat liabilitas yang membengkak ke Rp85,3 triliun. Keuntungan dari penjualan dan sewa-balik menara turun drastis menjadi Rp141 miliar dari Rp416 miliar, memperburuk rugi sebelum pajak menjadi Rp5,26 triliun.[investing +1]
Konteks Merger
Kerugian ini mencerminkan tantangan awal pasca-merger pada 2025, dengan biaya integrasi, depresiasi akselerasi, dan impairment aset seperti Link Net. Meski demikian, total aset naik menjadi Rp115,3 triliun dan ekuitas Rp30 triliun, didukung tambahan modal.[bloombergtechnoz +3]
•
•
•
Random tag $EXCL $TLKM $WIFI
