$GOTO LK Full Year 2025: Masa Depan Ada di Paylater

Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Masa depan GOTO adalah menjadi perusahaan paylater. Tidak perlu menjadi seperti $BUKA yang fokus jadi perusahaan investasi, GOTO cukup jadi perusahaan paylater. Apalagi banyak mitra Gojek dan Tokopedia TikTok yang bisa dijadikan nasabah paylater. Setidaknya itu yang terlihat jelas di LK Full Year 2025 GOTO. Dengan rugi di 2025 ini yang masih di atas 1 triliun maka saldo rugi mereka sejak berdiri sampai sekarang memang masih gede mencapai 215 triliun rupiah, jangan harap akan ada dividen dalam waktu dekat, tapi setidaknya mulai ada gejala turnaround dari sisi cashflow. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Arah GOTO sekarang memang makin jelas. Setelah Tokopedia tidak lagi dikonsolidasikan penuh sejak pelepasan 75,01% ke TikTok pada Januari 2024 dan GOTO tinggal memegang 24,99%, beban e-commerce yang dulu berat berubah jadi sumber pemasukan yang jauh lebih ringan. GOTO sekarang menerima imbalan jasa e-commerce berdasarkan persentase tertentu dari GMV Tokopedia. Hasilnya terlihat di 2025, pendapatan jasa e-commerce naik jadi Rp 819,72 miliar dari Rp 621,87 miliar. Secara segmen, e-commerce malah mencetak laba usaha Rp 572,18 miliar. Jadi Tokopedia bukan lagi mesin bakar uang, melainkan semacam mesin kas pasif yang tidak lagi mengharuskan GOTO keluar biaya promosi dan subsidi sebesar dulu.

Peran Bank Jago $ARTO juga penting sekali dalam cerita ini. GOTO memegang 21,40% saham Jago dengan nilai tercatat Rp 2,89 triliun. Lalu GOTO juga menaruh dana besar di Jago sekitar Rp 2,77 triliun. Bukan cuma itu, anak usaha GOTO yaitu Multifinance Anak Bangsa mendapatkan fasilitas kredit modal kerja yang dinaikkan sampai Rp 350 miliar untuk mendanai penyaluran pinjaman. Jadi Jago di sini fungsinya bukan sekadar investasi finansial, tapi juga penyokong likuiditas dan penyalur bensin ke bisnis lending GOTO. Ini membuat makin nyata bahwa masa depan GOTO akan lebih condong ke paylater dan pinjaman menjadi sangat masuk akal.

Buktinya ada di angka pendapatan. Pos pinjaman meledak 95% dari Rp 1,93 triliun pada 2024 menjadi Rp 3,78 triliun pada 2025. Piutang pembiayaan dan pinjaman bersih juga naik tajam dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 2,73 triliun. Ini bukan pertumbuhan kecil. Ini sudah menunjukkan bahwa salah satu mesin monetisasi paling nyata di GOTO sekarang ada di lending. Sementara itu, segmen on-demand services atau Gojek juga mulai sehat, karena yang tadinya rugi sekarang berbalik jadi laba usaha segmen Rp 888,61 miliar. Jadi kombinasi yang mulai terbentuk adalah ini. Gojek dipoles sampai efisien dan menghasilkan laba operasi, Tokopedia dijadikan aliran fee yang lebih ringan, lalu lending dijadikan mesin pertumbuhan baru dengan marjin lebih menarik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masalahnya, investor jangan terlalu cepat euforia. GOTO memang sudah jauh lebih baik, tapi belum selesai. Pendapatan total 2025 naik 15,2% menjadi Rp 18,32 triliun. Rugi usaha menyusut drastis 83% dari Rp 2,24 triliun menjadi Rp 378,25 miliar. Rugi bersih juga turun 72% dari Rp 5,46 triliun menjadi Rp 1,50 triliun. Itu kemajuan besar. Tetapi saldo rugi akumulasi tetap sangat besar, sekitar Rp 215 triliun. Jadi walaupun arah perbaikannya nyata, perusahaan ini masih jauh dari fase bagi dividen. Dengan rugi akumulasi sebesar itu, investor yang berharap dividen dalam waktu dekat memang sebaiknya jangan berharap dulu. Fokus utamanya masih perbaikan bottom line dan menjaga agar mesin cashflow tidak balik berdarah.

Titik paling penting justru ada di arus kas. CFO berbalik dari minus Rp 622,11 miliar pada 2024 menjadi plus Rp 307,02 miliar pada 2025. Ini sinyal yang jauh lebih penting daripada sekadar headline rugi bersih. Artinya operasi inti sudah mulai menghasilkan kas, bukan hanya mempercantik laporan laba rugi. Memang FCF masih negatif sekitar Rp 875 miliar karena capex total masih sekitar Rp 1,18 triliun. Tetapi selama CFO sudah positif dan bisnis lending terus tumbuh dengan kredit tetap sehat, GOTO punya peluang nyata menuju break-even yang lebih bersih. Neracanya juga sangat aman, karena kas dan setara kas Rp 21,75 triliun jauh di atas total utang berbunga sekitar Rp 7,37 triliun. Jadi risiko bangkrut sangat kecil. Di harga Rp 57 per saham, market cap sekitar Rp 67,89 triliun, PBV 2,36 kali, dan kas per saham sekitar Rp 18,2. Itu berarti sekitar sepertiga harga sahamnya ditopang kas.

Jadi GOTO memang belum pantas dipandang sebagai mesin dividen, tapi sudah mulai pantas dipandang sebagai perusahaan teknologi yang berhasil keluar dari fase bakar uang dan sedang mengarah ke model bisnis yang lebih simpel, yaitu on-demand yang efisien plus paylater yang tumbuh cepat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

馃敼 GOTO makin mengarah ke perusahaan lending atau paylater
馃敼 Tokopedia sekarang bukan beban besar lagi
馃敼 Jago jadi penyokong likuiditas ekosistem
馃敼 Gojek mulai sehat
馃敼 Cashflow mulai turnaround

馃洅 Peran Tokopedia
馃敼 Kepemilikan tinggal 24,99%
馃敼 Tidak lagi dikonsolidasikan penuh
馃敼 GOTO dapat imbalan jasa e-commerce Rp 819,72 miliar
馃敼 Naik dari Rp 621,87 miliar
馃敼 Segmen e-commerce laba usaha Rp 572,18 miliar
馃敼 Jadi Tokopedia sekarang lebih mirip mesin fee pasif
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

馃彟 Peran Bank Jago
馃敼 Kepemilikan GOTO 21,40%
馃敼 Nilai tercatat sekitar Rp 2,89 triliun
馃敼 Dana GOTO yang ditempatkan di Jago sekitar Rp 2,77 triliun
馃敼 Fasilitas kredit ke MAB naik jadi Rp 350 miliar
馃敼 Jago jadi tulang punggung pendanaan lending GOTO

馃挸 Segmen paylater dan pinjaman
馃敼 Pendapatan pinjaman naik 95%
馃敼 Dari Rp 1,93 triliun ke Rp 3,78 triliun
馃敼 Piutang pembiayaan dan pinjaman bersih naik
馃敼 Dari Rp 1,58 triliun ke Rp 2,73 triliun
馃敼 Ini mesin pertumbuhan paling jelas di 2025

馃浀 Segmen Gojek
馃敼 On-demand services sudah balik untung
馃敼 Laba usaha segmen Rp 888,61 miliar
馃敼 Beban insentif pelanggan turun
馃敼 Dari Rp 3,49 triliun ke Rp 2,98 triliun
馃敼 Artinya efisiensi operasional mulai berhasil
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

馃搱 Kinerja konsolidasi
馃敼 Pendapatan naik 15,2% jadi Rp 18,32 triliun
馃敼 Rugi usaha membaik 83% jadi minus Rp 378,25 miliar
馃敼 Rugi bersih membaik 72% jadi minus Rp 1,50 triliun
馃敼 Ini belum untung bersih, tapi sudah jauh lebih rapi

馃挼 Cashflow
馃敼 CFO 2024 minus Rp 622,11 miliar
馃敼 CFO 2025 plus Rp 307,02 miliar
馃敼 Ini titik balik paling penting
馃敼 FCF masih minus sekitar Rp 875 miliar
馃敼 Penyebabnya capex masih sekitar Rp 1,18 triliun

馃П Neraca dan likuiditas
馃敼 Kas dan setara kas Rp 21,75 triliun
馃敼 Total utang berbunga sekitar Rp 7,37 triliun
馃敼 Posisi net cash sangat tebal
馃敼 Risiko gagal bayar sangat kecil

馃搳 Valuasi di harga Rp 57
馃敼 Market cap sekitar Rp 67,89 triliun
馃敼 Book value per share sekitar Rp 24,1
馃敼 PBV sekitar 2,36 kali
馃敼 Cash per share sekitar Rp 18,2
馃敼 Net cash per share sekitar Rp 12
馃敼 Jadi valuasi masih punya bantalan kas yang kuat
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

鈿狅笍 Hal yang tetap perlu diingat
馃敼 Rugi akumulasi masih sekitar Rp 215 triliun
馃敼 Dividen dalam waktu dekat masih sulit
馃敼 PER belum bisa dipakai karena masih rugi bersih
馃敼 Masa depan GOTO sangat bergantung pada seberapa cepat lending bisa menutup sisa rugi korporasi
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

馃敼 GOTO belum selesai turnaround
馃敼 Tapi arah perbaikannya sudah nyata
馃敼 Tokopedia sudah berubah dari beban jadi fee generator
馃敼 Jago memperkuat mesin lending
馃敼 Gojek mulai untung
馃敼 Paylater terlihat jadi jalur pertumbuhan paling jelas
馃敼 Jadi kalau mau baca masa depan GOTO
馃敼 Fokuslah ke cashflow, lending, dan disiplin biaya, bukan dividen dekat-dekat ini

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy