BUMPER 100 TRILIION.
Menkeu menyatakan siap menginject dana ke sistem perbankan sebesar 100 Trilliun (Total 300T).
Kira2 apa yang terjadi?
Kita bahas dulu sektor swasta, $BBCA biasanya jadi sasaran empuk taking profit asing saat Rupiah loyo. Logika sederhananya: saat ketidakpastian global naik, investor akan mencari aset yang lebih aman, Likuiditas bisa mengetat dan cost of fund berpotensi merangkak naik. Kalau sampai terjadi pengetatan ekstrem, suku bunga pasti akan naik..
Tapi.. tenang, seperti kata Pak Purbaya, kita sudah belajar banyak dari krisis-krisis sebelumnya. Hehe..
Kalau melihat struktur dana dari $BBRI, saldo affluent (>500T) tumbuh 35,1% di tahun 2025. Bukannya tidak bagus, tapi nasabah kalau uangnya banyak, sering kan request rate bunga.. hehe
Kembali lagi apa yang terjadi bila ada dana 100T cair untuk perbankan?
1.NIM (Net interest margin, selisih bunga) akan tetap terjaga di sekitaran 7,6-7,8%. Karena tidak perlu rebutan dana “mahal” yang minta bunga tinggi.
2.LDR ( Loan to Debt Ratio) akan turun, dan membuat perbankan lebih leluasa menyalurkan kredit
3.Daya Beli Terjaga: Kredit murah akan membanjiri pasar, menjaga daya beli di tengah kenaikan harga energi. (saya g brani bilang inflasi, nyatanya inflasi indonesia masih terkendali)
4.Survival Mode: Sisi pahitnya, bagi pengusaha berbahan baku impor, pinjaman ini mungkin dipakai untuk bertahan hidup (survival), bukan ekspansi (Stagnansi).
Saham perbankan bisa menjadi gambaran ekonomi Indonesia. Di Pubex bisa kita lihat, kalau banyak orang kaya yang memarkir uangnya di bank saja ( affluent industri perbangkan tumbuh 15%). NPL/kredit macet naik, hanya sektor corporate yang turun (hanya di BRI dan anak usahanya saja).
Kesimpulannya untuk bank2 BUMN khususny BBRI sangat terpengaruh daya beli masyakat. $BMRI BBNI BBCA tentu akan menjadi sasaran utama asing untuk profit taking, ditengah makroekonomi yang belum pasti. That’s all, bukan manager bank, itu yang dilihat dari PUBEX BBRI.
Beli mangga di pasar baru,
Mangganya manis, warnanya kuning.
Rupiah loyo bikin pala ngilu,
likuiditas aman, jangan pusing.
1/3


