Laba ADRO 2025 Turun 21%! Harga Batubara Metalurgi Penyebabnya?
ADRO telah merilis laporan keuangan terbaru tahun 2025, sayangnya perusahaan masih mencatatkan penurunan kinerja yang sebenarnya sejalan dengan turunnya harga batubara metalurgi pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
Dimana perusahaan mencatat penurunan pendapatan sebesar 10% menjadi USD 1,87 miliar, kemudian laba kotornya turun 27% menjadi USD 636,6 juta, dan laba bersihnya turun 21% menjadi USD 447,6 juta.
Jika melihat dari sisi segmen bisnisnya, pendapatan diluar segmen ADRO paling besar pada tahun 2025 berasal dari bisnis pertambangan batubara metalurgi-nya mencapai USD 966,3 juta, kemudian ada segmen bisnis jasa pertambangan mencapai USD 865,2 juta, dan segmen lain-lain sebesar USD 41,9 juta.
Ketiga pendapatan diluar segmen tersebut mencatatkan kinerja berbeda, dimana segmen pertambangan dan lain-lain mencatat penurunan, sedangkan jasa pertambangan ada kenaikan kinerja. Untuk laba tahun berjalan juga sama, dimana hanya jasa pertambangan yang mencatat kenaikan kinerja dari USD 138,3 juta menjadi USD 145,1 juta.
Meskipun segmen pertambangan tersebut turun kinerjanya, tapi sebenarnya ADRO mencatatkan kenaikan volume penjualan batubara metalurgi dari anak usaha ADMR yakni PT Maruwai Coal (MC) dan PT Lahai Coal (LC) sebesar 6,28 juta ton, atau ada kenaikan sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan batubara metalurgi ADRO tersebut mayoritasnya untuk pasar dalam negeri mencapai 31%, disusul Jepang sebesar 28%, India 19%, China 15%, dan lainnya.
Volume produksi dari MC dan LC tersebut juga naik 12% menjadi 7,41 juta ton, untuk volume pemindahan lapisan penutup mencapai 26,33 juta bcm, ini naik 12% juga secara yoy. Nisbah kupas ADRO pada tahun 2025 mencapai 3,55x.
Lalu turunnya harga jual rata-rata batubara metalrugi sebesar 25% membuat kinerja perusahaan tersebut turun dari sisi pendapatan hingga laba bersihnya.
Kemudian untuk segmen jasa pertambangan tersebut dilakukan melalui anak usaha ADRO yang bernama PT Saptaindra Sejati, yang berhasil mencatat kenaikan transportasi batubara sebesar 3% menjadi 66,55 juta ton, sedangkan pengupasan lapisan penutup stagnan atau turun tipis menjadi 201,01 juta bcm.
Segmen bisnis lain-lain ADRO tersebut berasal dari bisnis pembangkit listrik, pengolahan logam, dan lain sebagainya.
Dimana untuk pengolahan logam ADRO berupa smelter aluminium, yang pada Q4 2025 belum berproduksi, tapi sudah memulai pengujian dan komisioning untuk sebagian smelternya, dan secara strategis akan meningkatkan operasi pot dalam mencapai kapasitas penuh pada tahun 2026 ini.
Harga batubara metalurgi atau kokas saat ini juga di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 kemarin, dimana saat ini harganya mencapai USD 223 per ton.
Apakah tahun ini kinerja ADRO bisa bertumbuh dengan tingginya harga batubara metalurgi dan mau beroperasinya smelter aluminium?
馃憠 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$ADRO $ADMR $AADI
1/5




