đź“° UNTR Earnings Call 2025: Pertahankan Guidance 2026 di Tengah Ketidakpastian Regulasi
Manajemen United Tractors ($UNTR) dalam earnings call 2025 pada Selasa (10/3) kembali mempertahankan target operasional untuk 2026, kecuali untuk segmen emas (lihat tabel). Sebagai catatan, realisasi atas guidance 2026 ini bergantung pada persetujuan kuota RKAB batu bara perseroan dan klien. Adapun guidance capex UNTR pada 2026 mencapai US$800 juta (vs. realisasi 2025: ~US$900 juta).
Berikut poin–poin penting dalam earnings call 2025 UNTR yang telah kami rangkum:
1. Target Penjualan Batu Bara PT Tuah Turangga Agung Dipertahankan
Manajemen UNTR mengatakan bahwa kuota RKAB batu bara berpotensi diumumkan pemerintah pada akhir Maret 2026, dengan kuota produksi PT Tuah Turangga Agung dipangkas sekitar 40–45%. Meski demikian, target penjualan batu bara PT Tuah Turangga Agung pada 2026 belum diubah, di mana manajemen berencana mengajukan revisi RKAB pada Mei atau Juni 2026. Produksi pada 1Q26 sendiri masih berjalan sesuai dengan target internal dengan memanfaatkan RKAB tahun sebelumnya.
Di sisi lain, volume produksi batu bara metalurgi dari tambang PT Suprabari Mapanindo Mineral ditargetkan naik menjadi 5 juta ton pada 2026 (vs. realisasi 2025: 3,5 juta ton), sehingga porsinya terhadap total penjualan batu bara mencapai 35% (vs. realisasi 2025: 26%). Manajemen juga tengah meninjau potensi investasi tambang batu bara metalurgi di Australia, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
2. ~50% Pendapatan Mining Contractor Berpotensi Terdampak Pemangkasan RKAB
Sejalan dengan guidance volume penjualan batu bara, manajemen UNTR masih mempertahankan guidance volume overburden removal untuk 2026, meski realisasinya akan bergantung pada persetujuan RKAB klien. Saat ini, ~50% pendapatan segmen mining contractor berasal dari klien yang tidak memegang izin PKP2B generasi 1 atau IUPK, sehingga berpotensi terdampak pemangkasan kuota.
3. Update Segmen Mineral
Manajemen UNTR mengatakan bahwa target penjualan emas selama 2026 akan bergantung pada perkembangan perizinan PT Agincourt Resources. Manajemen belum dapat memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait perkembangan isu tersebut, tapi mengindikasikan bahwa pembahasan perizinan dapat rampung dalam beberapa bulan ke depan. Jika izin PT Agincourt Resources kembali diberikan oleh pemerintah, UNTR membutuhkan waktu sekitar 1–2 bulan untuk memulai kembali produksi.
Terkait akuisisi tambang emas Doup dari J Resources Asia Pasifik ($PSAB), manajemen memperkirakan produksi tambang tersebut dapat dimulai pada Januari 2029 dengan kapasitas maksimal 150.000 oz per tahun dan cash cost di luar royalti di level US$1.000/oz.
Untuk nikel, manajemen sedikit mengubah guidance penjualan selama 2026 menjadi rentang di kisaran 1,5–2 juta wmt (vs. guidance sebelumnya: 2 juta wmt). Saat ini, progres proyek RKEF telah mencapai 55% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, dengan operasional secara komersial ditargetkan pada Januari 2027. Produksi pure nickel content dari proyek tersebut ditargetkan berkisar 13.000–15.000 ton.
4. Target Penjualan Komatsu Tetap, Rencana Perkenalkan Merek Ekonomis
Manajemen UNTR mengakui tingginya kompetisi dari merek–merek China, sehingga perseroan berencana memperkenalkan merek–merek ekonomis baru sambil mempertahankan harga produk existing. Manajemen juga menyebut heavy machinery replacement cycle diperkirakan terjadi pada 2027, meski masih dapat berubah seiring sikap wait and see pelaku usaha terhadap capex.
______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit
