📰 PGEO Earnings Call 2025: Laba Bersih di Bawah Ekspektasi, Div. Yield 4,7–5,5%
Pertamina Geothermal Energy ($PGEO) merilis laporan keuangan pada Jumat (8/3) dan mengadakan earnings call 2025 pada Selasa (10/3). Berikut poin–poin pentingnya:
▪️Laba Bersih 4Q25/2025 Tertekan Beban Depresiasi dan MESOP
Pertamina Geothermal Energy mencatatkan laba bersih sebesar US$33 juta pada 4Q25 (+26% YoY, -5% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 menjadi US$138 juta (-14% YoY), di bawah ekspektasi (93% estimasi 2025F konsensus).
Secara operasional, produksi listrik tumbuh +6% YoY menjadi 5.095 GWh selama 2025, melampaui guidance 2025 dari manajemen yang telah direvisi naik menjadi 4.930 GWh. Sementara itu, tarif rata–rata tertimbang (weighted average tariff) relatif flat di level US$8,09 sen/kWh.
Penurunan laba bersih selama 2025 disebabkan oleh kenaikan beban pokok pendapatan (+20% YoY) yang melebihi pertumbuhan pendapatan (+6% YoY), sehingga margin laba kotor turun ke level 53,9% (vs. 2024: 59,0%). Kenaikan beban pokok pendapatan utamanya disumbangkan oleh beban depresiasi (+13% YoY) terkait kapitalisasi Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi pada Juni 2025 serta lonjakan beban upah dan tunjangan (+63% YoY) yang utamanya terkait pelaksanaan program MESOP.
▪️Guidance 2026: Laba Bersih +9–16% YoY dan Pendapatan +2–4% YoY
Manajemen PGEO menargetkan volume produksi dapat tumbuh +3% YoY menjadi 5.255 GWh pada 2026 seiring operasi penuh Lumut Balai Unit 2, sehingga pendapatan diproyeksikan naik +2–4% YoY. Adapun pertumbuhan laba bersih diproyeksikan lebih tinggi di kisaran +9–16% YoY, didorong oleh normalisasi beban MESOP yang mayoritas telah dilaksanakan pada 2025 serta penerapan hedging contract FX untuk mengurangi dampak fluktuasi kurs, mengingat perseroan mencatat kerugian kurs sebesar US$8 juta pada 2025 (vs. 2024: untung US$16 juta).
▪️Outlook Dividen: Payout Ratio Sama atau Meningkat, Indikasi Yield 4,7–5,5%
Manajemen PGEO membuka opsi untuk mempertahankan atau menaikkan payout dividen tahun buku 2025, didukung oleh rendahnya realisasi capex selama 2025 di level US$106 juta (33% target awal di US$319 juta) serta fleksibilitas jadwal drawdown capex 2026 (US$209,3 juta) dengan opsi pendanaan yang melimpah.
Sebagai referensi, dividen PGEO pada tahun buku 2024 adalah US$136,4 juta atau setara dividend payout ratio sebesar 85%. Berikut simulasi dividen PGEO untuk tahun buku 2025 dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di 16.700 dan menggunakan harga saham PGEO per Selasa (10/3) di Rp1.000/lembar:
▪️Payout ratio tetap 85%: dividen ~US$117 juta atau ~Rp46,7/lembar, mengindikasikan yield ~4,7%.
▪️Nominal dividen tetap US$136,4 juta: payout ratio perlu naik menjadi ~99%, mengimplikasikan dividen ~Rp54,5/lembar atau setara dividend yield ~5,5%.
______
Theodorus Melvin (@TheodorusMelvin)
Investment Analyst Stockbit
