imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

BFIN: Earnings Call 2025 & Guidance 2026

Manajemen BFI Finance Indonesia ($BFIN) mengadakan earnings call pada Selasa (3/10). Berikut beberapa catatan penting kami:

▪️CoC Membaik Secara Kuartalan pada 4Q25
BFIN mencatat perbaikan Cost of Credit (CoC) secara kuartalan menjadi 3,5% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 4,5%) seiring perbaikan Non–Performing Financing menjadi 1,39% (vs. 3Q25: 1,55%, industri per 4Q25: 2,9%). Untuk 2026, manajemen BFIN menargetkan CoC di kisaran 4,1% (vs. realisasi 2025: 4,3%), meski realisasi pada 1Q26 diperkirakan lebih tinggi dari 4Q25 seiring pergeseran periode Idulfitri, sebelum kembali stabil dan membaik mulai 2Q26.

Beban provisi juga dipengaruhi oleh impairment from discontinued operation anak usaha, PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT), masing–masing senilai Rp19 M pada 2025 dan 2026 (setara ~2% beban provisi 2025), seiring keputusan melepas lisensi peer–to–peer FIT. Perseroan juga membukukan kerugian operasional sebesar Rp17 M pada 2025 terkait pelepasan tersebut. Adapun Cost–to–Income Ratio (CIR) tetap terjaga di level 44,2% pada 2025 (vs. 2024: 46,4%) dan diperkirakan stabil di kisaran ~44% pada 2026.

▪️BFIN Berencana Rilis Produk Cicilan Emas
Managed receivables naik +9% YoY/+1% QoQ per Desember 2025, didorong pertumbuhan joint financing sebesar +131% YoY/+11% QoQ, sehingga kontribusi joint financing terhadap managed receivables meningkat ke level 11% (vs. Desember 2024: 5%). Saat ini, joint financing dilakukan dengan Bank Jago ($ARTO), di mana ARTO menjadi pihak yang menanggung CoC pada skema tersebut. Ke depan, BFIN berencana untuk mempertahankan atau sedikit meningkatkan porsi joint financing dari level 11%, yang dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman sindikasi berdenominasi dolar AS dari bank offshore yang berbiaya lebih mahal.

Untuk 2026, manajemen BFIN menargetkan pertumbuhan pembiayaan di kisaran low–teens, dengan mayoritas pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 2H26 seiring banyaknya hari libur pada 1H26. Meski banyak origination masih berasal dari channel agency (48% per Desember 2025 untuk non–dealer financing), kontribusi channel digital diekspektasikan meningkat. Saat ini, BFIN telah bekerja sama dengan GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) dan memiliki beberapa mitra digital lain dalam pipeline. Perseroan juga berencana meluncurkan 2 produk digital baru paling cepat pada 2H26, yakni cicilan emas dan produk terkait segmen motor.

▪️Update Buyback dan Dividen
Manajemen BFIN mengatakan bahwa perseroan telah merealisasikan buyback saham sebesar Rp54 M dari alokasi anggaran sebesar Rp100 M, dengan potensi penyelesaian buyback sebelum batas akhir 23 Mei 2026. Untuk dividen tahun buku 2025, manajemen belum memberikan guidance, meski ruang peningkatan dividend payout masih terbuka mengingat Debt–to–Equity Ratio (DER) perseroan yang relatif rendah di 1,28x per Desember 2025 (vs. rata–rata industri: ~3x). Manajemen juga menyatakan nyaman meningkatkan DER ke level 2x.

______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy