Lincoln mengajarkan bahwa persiapan adalah kunci dari efektivitas. Banyak orang terburu-buru bertindak, tapi lupa mempersiapkan diri. Padahal, ketajaman alat maupun mental baik keterampilan, pengetahuan, menentukan hasil lebih dari sekadar usaha keras.
Bekerja tanpa persiapan hanya membuat kita lelah lebih cepat. Sebaliknya, mereka yang meluangkan waktu untuk belajar, melatih diri, dan merencanakan langkah, akan melangkah lebih ringan dan mencapai lebih jauh.
Di pasar saham juga sama. Banyak orang terburu-buru membeli saham karena takut ketinggalan momentum, tapi lupa mempersiapkan diri dengan ilmu, analisa, dan manajemen resiko.
Padahal ketajaman analisa, pengalaman, dan kedisiplinan strategi jauh lebih menentukan hasil dibanding sekadar sering transaksi.
Tanpa persiapan, investor hanya akan cepat lelah menghadapi volatilitas market. Sebaliknya, mereka yang meluangkan waktu untuk belajar membaca chart, memahami fundamental, dan merencanakan langkah, biasanya bisa melangkah lebih tenang dan bertahan lebih lama di pasar.
Apapun pekerjaan mu, sibuklah mempersiapkan diri. Asah kemampuanmu, jernihkan pikiranmu, dan kuatkan mentalmu. Karena kapak yang tajam akan menebang lebih banyak pohon dengan lebih sedikit tenaga.
$BNBR $BUMI $BBRI
