Berikut adalah rangkuman insight dan prospek saham PT Jasa Marga Tbk ($JSMR) untuk tahun 2026 berdasarkan laporan riset terbaru:
Rekomendasi dan Target Harga
• Peringkat: HOLD (Pertahankan).
• Target Harga (TP): Rp3.400. Target ini diturunkan dari sebelumnya Rp4.200 seiring dengan penurunan harga saham yang signifikan dan penyesuaian terhadap estimasi laba bersih.
Kinerja Keuangan 2025 sebagai Landasan
• Pendapatan: JSMR membukukan pendapatan sebesar Rp19,8 triliun (+5,8% YoY) sepanjang 2025, didorong oleh kenaikan tarif di 15 ruas tol sepanjang tahun tersebut.
• Laba Bersih: Terjadi penurunan laba bersih sebesar 19,3% YoY menjadi Rp3,7 triliun. Penurunan ini dipicu oleh efek pajak (PMK 72) yang sebelumnya memberikan keuntungan pajak di 2024, namun menjadi beban pajak di 2025.
• Trafik Kendaraan: Pertumbuhan trafik secara total masih sangat tipis, yakni +0,4% YoY, di mana ruas tol yang sudah matang (mature) cenderung stagnan atau flat (-0,1% YoY).
Prospek dan Strategi di Tahun 2026
• Target Pertumbuhan: Manajemen memberikan panduan (guidance) pertumbuhan pendapatan dan EBITDA sebesar 4-6% YoY untuk tahun 2026.
• Marjin EBITDA: Perseroan berupaya menjaga marjin EBITDA pada kisaran 65% - 67%.
• Penyesuaian Tarif Masif: Pada tahun 2026, JSMR merencanakan kenaikan tarif pada total 20 ruas jalan tol, termasuk sisa 9 ruas yang peningkatannya sempat terhambat di tahun 2025.
• Operasional Jalan Tol Baru: Prospek tahun 2026 juga akan didukung oleh mulai beroperasinya beberapa ruas jalan tol baru.
Insight dan Risiko Utama
• Katalis Positif: Penyesuaian tarif tol di banyak ruas dan pengelolaan rasio utang (net gearing) yang masih terkendali di level 1,1x menjadi poin positif bagi perseroan.
• Risiko yang Perlu Diwaspadai:
o Kompetisi Transportasi Publik: Kehadiran moda transportasi umum seperti kereta cepat dan LRT menjadi risiko jangka panjang yang dapat menggerus trafik jalan tol.
o Trafik yang Flat: Pertumbuhan trafik di ruas tol lama yang tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
o Dividen: Penurunan laba bersih di tahun 2025 berpotensi menyebabkan pembagian dividen yang lebih rendah di tahun ini.
Secara keseluruhan, meskipun ada upaya kenaikan tarif yang agresif, tantangan dari sisi trafik dan kompetisi transportasi publik membuat analis mempertahankan sikap konservatif terhadap saham JSMR.
