Mumpung lagi musim lapkeu, gentle reminder: key stats itu datanya quarterly, sedangkan growth dan valuation ratio-nya ada yang TTM dan annual
Ibarat kamu masuk ke bioskop, tapi kamu cuma nonton apa yang sedang tayang saat itu. Kamu nggak tahu apakah film itu baru mulai, udah di tengah-tengah, atau udah mau habis
Ini bisa dipakai untuk menganalisis perusahaan yang belum genap setengah dekade melantai, atau belum pernah bagi dividen, karena itu ibarat film yang baru mulai
Tapi untuk selain kriteria itu, kamu akan kehilangan banyak story jika menyimpulkan perusahaan dari apa yang baru saja tayang, tapi nggak tahu awal mula filmnya kaya apa, kamu nggak dapat gambaran journey-nya secara keseluruhan
Saya baru keingetan ini setelah beberapa hari merenungi portonya Pak Surono Subekti setelah kepemilikan 1% dibuka. Kalau dilihat selintas oleh orang awam, pasti porto beliau dianggap tidak ada, "story growth yang masih panjang."
Saya ulik sampai saya tarik perjalanan naik turun retained earnings dan EPS masing-masing saham di porto beliau trailing 5-10 tahun (tergantung sudah berapa lama melantai)
Hasilnya mind = blown
Saya belum pernah melihat porto yang runway growth-nya lebih panjang daripada porto beliau
Ingat sebelumnya saya pernah menulis bahwa growth story berbeda dengan turnaround story. Turnaround story itu fantastis, tapi sangat less likely diulang lagi laju pertumbuhannya 1-5 tahun berturut-turut. Berbeda dengan growth story yang senyap, tidak sexy, boring, tanpa narasi, karena reinvestasinya incremental, tapi berulang compounding lagi dan lagi, sampai nggak sadar dekade depan udah bagger belum termasuk dividennya
Jadi kalau kamu melihat kinerja kuartalan, atau bahkan tahunan, yang tidak sexy, atau bahkan bergerigi, tapi kok bisa-bisanya diakum sama orang kaya Pak Sur... try to zoom out
$SIDO $IPCC $TOTL
