imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INET $EXCL $ESSA

*Daily News 9/3/2026*

*Rangkuman berita hari ini:*
* ADRO 12M25: laba bersih -68% YoY
* AADI 12M25: laba bersih -37% YoY
* Pengendali tambah INET Rp12 M
* Pemegang saham jual ESSA Rp33 M
* Pemerintah rencanakan dana fleksibel Rp100 T untuk likuiditas bank
* Pemerintah sebut skenario stress test lonjakan minyak terhadap APBN
* Pemerintah buka opsi potong anggaran MBG
* PGAS 12M25: laba bersih -37% YoY
* PGEO 12M25: laba bersih -14% YoY
* MIKA buyback Rp1 T
* Komisaris jual 1,08% TRIN Rp54 M
* BSDE 12M25: laba bersih -42% YoY
* CNMA 12M25: laba bersih -3,3% YoY
* TPIA naikkan kapasitas MTBE dan Butene-1 sebesar 25%
* Direktur tambah EXCL Rp1 M
* BFIN 12M25: laba bersih +1% YoY
* Pengendali jual DPUM Rp4 M
* NFP AS Februari 2026
* Tingkat pengangguran AS Februari 2026
* Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Februari 2026

===

* *ADRO: PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO)* mencatatkan laba bersih sebesar USD146 juta pada 4Q25 (+15% QoQ; -26% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi USD448 juta (-68% YoY), sejalan dengan ekpektasi konsensus dan di atas estimasi Mansek, mencapai 100–125% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Pendapatan pada 4Q25 tercatat sebesar USD525 juta (+7% QoQ; -1% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi USD1,9 miliar (-10% YoY), di bawah ekpektasi Mansek namun sejalan dengan konsensus, mencapai 93–100% dari estimasi FY25F Mansek dan konsensus. Penurunan tajam harga jual rata-rata batubara kokas (coking coal) menjadi alasan utama melemahnya pendapatan. Mansek memiliki rating BUY untuk ADRO. (Mansek Research)

* *AADI: PT Adaro Andalan Indonesia (AADI)* mencatatkan laba bersih sebesar USD173 juta pada 4Q25 (+9% QoQ; +27% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi USD760 juta (-37% YoY), sejalan ekpektasi, mencapai 100-101% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Pendapatan pada 4Q25 tercatat sebesar USD1,3 miliar (+8% QoQ; +2% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi USD4,9 miliar (-8% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk AADI. (Mansek Research)

* *INET* : Pengendali *PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET)* , Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~41 juta (0,18%) saham INET dengan harga Rp304/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp12 miliar. Transaksi dilakukan pada 6 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di INET menjadi 59,56%. (Publikasi emiten)

* *ESSA* : Pemegang saham *PT Essa Industries Indonesia (ESSA)* , IR. T. Permadi Rachmat, menjual ~42 juta (0,25%) saham ESSA dengan harga Rp780/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp33 miliar. Transaksi dilakukan pada 5 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di ESSA menjadi 6,86%. (Publikasi emiten)

* Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadwa, mengatakan pemerintah berencana menambah penempatan dana fleksibel sebesar Rp100 triliun di bank umum untuk memperkuat likuiditas. Sifat penempatan berbeda dengan penempatan Rp200 triliun sebelumnya yang terikat jangka panjang. Skema baru ini memungkinkan dana ditarik sewaktu waktu sesuai kebutuhan belanja negara karena bersumber dari anggaran yang belum terserap. Kementerian Keuangan masih mengkaji waktu pelaksanaannya agar penempatan dana tersebut optimal bagi stabilitas sistem keuangan. (CNN Indonesia)

* Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadwa, menyatakan pemerintah telah melakukan stress test terkait lonjakan harga minyak dunia terhadap APBN 2026. Berdasar perhitungan Kemenkeu, jika rata rata harga minyak mencapai USD92 per barel sepanjang tahun, berpotensi melebar¬kan defisit hingga 3,6% PDB. Purbaya menilai skenario moderat seperti harga USD72 per barel masih dapat dikelola, serta mengingatkan bahwa lonjakan minyak biasanya tidak bertahan lama karena tekanan terhadap permintaan global. Risiko kenaikan harga juga diperkirakan mereda seiring tambahan suplai dari negara produsen seperti AS, Venezuela, dan lainnya. (CNN Indonesia)

* Kementerian Keuangan membuka opsi pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) yang tahun ini dialokasikan senilai Rp335 triliun sebagai bagian dari skenario menghadapi lonjakan harga minyak yang berpotensi melebar¬kan defisit APBN 2026 di atas 3% PDB. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan belum menerima arahan resmi terkait pemotongan tersebut. (Kontan)

* *PGAS: PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)* mencatatkan rugi bersih sebesar USD23 juta pada 4Q25 (vs. 4Q24: laba bersih USD76 juta; 3Q25: laba bersih USD93 juta), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi USD215 juta (-37% YoY), mencapai 63% dari estimasi FY25F konsensus. Performa ini didorong adanya impairment aset migas yang mengeliminasi investasi anak usaha PGAS, Saka Energi, di blok South Sesulu. Pendapatan pada 4Q25 tercatat sebesar USD1,1 miliar (+7% QoQ; +8% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi USD4 miliar (+5% YoY). Mansek memiliki rating NEUTRAL untuk PGAS. (Mansek Research)

* *PGEO: PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO)* mencatatkan laba bersih sebesar USD33 juta pada 4Q25 (-5% QoQ; +26% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi USD138 juta (-14% YoY). Hasil ini mencapai 93% dari estimasi FY25F konsensus. Pendapatan pada 4Q25 tercatat USD114 juta (-0,1% QoQ; +12,6% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi USD433 juta (+6% YoY). Mansek memiliki rating NEUTRAL untuk PGEO. (Mansek Research)

* *MIKA: PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)* mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp1 triliun. Periode buyback akan berlangsung selama 3 bulan dari 7 Maret 2026 – 7 Juni 2026. (Publikasi emiten)

* *TRIN* : Komisaris *PT Perintis Triniti Properti (TRIN)* , Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menjual ~49 juta (1,08%) saham TRIN dengan harga rata-rata Rp1.093/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp54 miliar. Transaksi dilakukan pada 19 Desember 2025 – 5 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di TRIN menjadi 2,92%. Sebelumnya pada tanggal 16 Desember 2025, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo melalui Satya Devya, membeli ~182 juta saham TRIN dengan harga Rp200/saham, sehingga transaksinya mencapai ~36 miliar. (Publikasi emiten)

* *BSDE: PT Bumi Serpong Damai (BSDE)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun pada 4Q25 (+1.465% QoQ; -29% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp2,5 triliun (-42% YoY). Hasil di bawah estimasi konsensus namun di atas estimasi Mansek, mencapai 88-124% estimasi FY25F. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp4 triliun (+70% QoQ; +8% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp12,8 triliun (-7% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk BSDE. (Mansek Research)

* *CNMA: PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA)* pada 4Q25 mencatatkan laba bersih sebesar Rp260 miliar (+66,2% QoQ; +30,5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi sebesar Rp705 miliar (-3,3% YoY). Hasil ini di atas ekspektasi, mencapai 106–129% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Pendapatan pada 4Q25 sebesar Rp1,6 triliun (+11,1% QoQ; +9,2% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 tercatat Rp5,9 triliun (+2,6% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk CNMA. (Mansek Research)

* *TPIA: PT Chandra Asri Pacific (TPIA)* meningkatkan kapasitas produksi pabrik MTBE dan Butene-1 sebesar 25% sebagai bagian dari strategi memperkuat substitusi impor dan ketahanan industri petrokimia nasional. Fasilitas yang berlokasi di Cilegon ini telah melalui uji coba pada Februari 2026 dan kini beroperasi optimal, memperkuat posisi perusahaan sebagai satu-satunya produsen kedua produk tersebut di Indonesia. (Publikasi emiten)

* *EXCL* : Direktur *PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL)* , David Arcelus Oses, membeli ~466 ribu saham EXCL dengan harga Rp2.700/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp1 miliar. Transaksi dilakukan pada 6 Maret 2026. (Publikasi emiten)

* *BFIN: PT BFI Finance Indonesia (BFIN)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp415 miliar pada 4Q25 (+2% QoQ; -8% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp1,6 triliun (+1% YoY). Hasil ini di bawah estimasi Mansek dan konsensus, mencapai 87-96% dari estimasi FY25F. Performa BFIN pada 4Q25 didorong oleh kenaikan beban pencadangan, sementara pertumbuhan beban operasional tetap moderat. PPOP pada 12M25 naik menjadi Rp3,1 triliun (+10% YoY). Gross receivables tumbuh +2% YoY. NIM pada 12M25 naik menjadi 16,7% (vs. 12M24: 16,1%). Beban provisi pada 12M25 naik +28% YoY menjadi Rp1,1 triliun, sehingga Cost of Credit pada 12M25 tercatat sebesar 4,6% (vs. 12M24: 3,8%). Mansek mempertahankan rating BUY untuk BFIN. (Mansek Research)

* *DPUM:* Pengendali *PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM)* , Pandawa Putra Investama, menjual 16 juta (0,39%) saham DPUM dengan harga Rp220/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp4 miliar. Transaksi dilakukan pada 2 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di DPUM menjadi 68,81%. (Publikasi emiten)

* Data lapangan kerja Non-Farm Payroll (NFP) AS tercatat -92 ribu pada Februari 2026, menurun dari level Januari 2026 yang telah direvisi menjadi 126 ribu. NFP pada Februari ini berada di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan +59 ribu. (US BLS)

* Tingkat pengangguran (unemployment rate) AS tercatat 4,4% pada Februari 2026, naik dibandingkan level Januari 2026 sebesar 4,3%. Tingkat pengangguran ini berada di atas estimasi konsensus sebesar 4,3%. (US BLS)

* Indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia turun menjadi 125,2 pada Februari 2026 (vs.Jan-26: 127). Hasil ini berada di level optimis (di atas 100). (Bank Indonesia)

=========

*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy