imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SIDO 2025: Laba Bersih +5% YoY Sesuai Ekspektasi; Guidance 2026

Stockbit's take:

️Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul ($SIDO) mencatatkan laba bersih Rp411 M pada 4Q25 (+5% YoY, +88% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai ~Rp1,2 T (+5% YoY), sesuai ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus).

️Pendapatan selama 2025 naik +4% YoY, dengan margin laba kotor sedikit tertekan ke 58% (vs. 2024: 58,7%), sementara margin laba usaha terjaga di 37,3% (vs. 2024: 37,6%).

️Untuk 2026, SIDO menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar +58% YoY. Manajemen SIDO juga mengumumkan destocking, yang berpotensi memengaruhi sellin pada 1Q26.

1️ Topline: Segmen F&B jadi Penopang di Tengah Pelemahan Herbal
Pertumbuhan pendapatan pada 4Q25 sebesar +5% YoY utamanya ditopang oleh segmen food and beverages yang tumbuh solid +34% YoY, mengkompensasi kontraksi pada segmen herbal medicine and supplement (-6% YoY). Pertumbuhan kuat pada food and beverages utamanya didorong oleh energy drinks, yang diuntungkan oleh tingginya aktivitas di sektor komoditas. Di sisi lain, segmen herbal tertekan oleh: 1) purchasing behavior yang lebih selektif; dan 2) tidak ada lastbuy dari distributor menjelang akhir tahun seiring dengan keputusan manajemen untuk tidak menaikkan harga jual (ASP) untuk 2026.

Secara kumulatif, pendapatan selama 2025 tumbuh +4% YoY, sedikit di bawah guidance 2025 dari manajemen di level +5% YoY meski sesuai ekspektasi konsensus. Segmen herbal medicine and supplement yang berkontribusi 61,2% dari pendapatan 2025 mencatatkan pertumbuhan yang flat, meski sejumlah produk seperti essential oils dan Esemag mencatatkan pertumbuhan double digit. Sementara itu, segmen food and beverages ditopang oleh pertumbuhan merata di seluruh kategori (energy drinks, milk, coffee, hingga vitamin C). Adapun pertumbuhan pendapatan didukung oleh kenaikan ekspor +31% YoY selama 2025, dengan kontribusi naik menjadi 8,6% dari pendapatan selama 2025 (vs. 2024: 6,8%).

2️ Profitabilitas: Margin Laba Usaha Terjaga di Tengah Tekanan Margin Laba Kotor
Margin laba kotor pada 4Q25 terkontraksi secara tahunan dari 62,9% menjadi 60,6%, tertekan oleh kenaikan biaya bahan baku (+29% YoY), terutama dari patchouli oil. Secara kumulatif selama 2025, margin laba kotor sedikit turun ke level 58% (vs. 2024: 58,7%). Meski terdapat tekanan dari kenaikan bahan baku, kenaikan ASP yang selektif dan perbaikan product mix membatasi penurunan margin laba kotor lebih lanjut. Adapun segmen food and beverages mencatatkan ekspansi margin yang signifikan ke 43,7% (vs. 2024: 39,8%) didukung oleh biaya bahan baku yang lebih favorable (taurine, fructose, dan aspartame).

Adapun laba usaha 2025 tumbuh +5% YoY menjadi Rp1,54 T, dengan margin laba usaha relatif lebih terjaga di 37,3% (vs. 2024: 37,6%) seiring efisiensi beban promosi yang turun ke level 10,4% dari penjualan (vs. 2024: 11,7%) karena pergeseran marketing dari campaign di TV ke aktivasi yang lebih ROIdriven.

🔑 Guidance 2026
Manajemen SIDO memberikan guidance sebagai berikut:

️Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih: +58% YoY
Capex: Rp125150 M, dialokasikan untuk maintenance, efisiensi operasional, dan digitalisasi (vs. realisasi capex 2025: Rp61 M)

️Manajemen tidak memberikan estimasi pembagian dividen tahun buku 2025 (vs. ratarata dividend payout ratio 3 tahun terakhir: 98,5%)

SIDO menyampaikan tengah melakukan destocking (penyelarasan sellin dengan sellout) selama ~34 bulan, yang diperkirakan akan menyebabkan sellin terlihat soft pada 1Q26. Meski demikian, sellout pada Januari dan Februari 2026 tercatat relatif sejalan dengan tahun sebelumnya dan market share diperkirakan tidak terdampak.

Dalam jangka menengah (35 tahun ke depan), manajemen SIDO menargetkan kontribusi ekspor mencapai ~15% dari pendapatan, dengan ekspansi ke Indochina, Afrika, dan Timur Tengah.

______
Amara Beatrice (@amarabeatrice)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy