Morning all
Pagi ini sebenarnya ada satu hal yang perlu kita pahami bareng. Pergerakan market beberapa hari terakhir ini jujur saja sudah tidak terlalu bisa dijelaskan hanya dengan teknikal atau fundamental emiten, karena yang benar-benar menggerakkan market adalah headline global, khususnya tensi geopolitik antara US dan Iran.
Kemarin kita lihat hampir semua market sempat terkoreksi serentak. Ini bukan karena tiba-tiba fundamental ekonomi berubah, tapi karena market mulai pricing in skenario worst case kalau konflik ini benar-benar melebar di kawasan Timur Tengah.
Tapi di tengah tensi yang terlihat memanas, mulai muncul beberapa sinyal bahwa jalur diplomasi tetap dibuka. Artinya meskipun retorika di publik terlihat keras, di belakang layar biasanya komunikasi tetap berjalan. Ini cukup wajar dalam dinamika geopolitik.
Dari sisi Amerika sendiri, konflik terbuka dengan Iran bukan skenario yang sederhana. Selain risiko militer yang kompleks, ada juga faktor ekonomi domestik yang harus dijaga. Perang berkepanjangan bisa memicu kenaikan harga energi dan tekanan inflasi yang justru berpotensi mengganggu stabilitas domestik mereka.
Karena itu sering kali dalam situasi seperti ini kita melihat dua hal berjalan bersamaan: eskalasi di headline, tapi diplomasi tetap berjalan.
Nah market biasanya bergerak sangat cepat terhadap dinamika ini. Ketika headline konflik muncul, market cenderung panic terlebih dahulu. Tapi begitu muncul sedikit saja sinyal de-eskalasi, biasanya market juga bisa bergerak rebound cukup cepat.
Kalau kita tarik ke kondisi IHSG, koreksi yang terjadi menurut saya sudah mulai mendekati area yang cukup menarik secara risk-reward. Secara struktur teknikal, IHSG sudah mulai masuk fase bottoming process, di mana market biasanya akan mulai membangun base setelah fase panic sell sebelumnya.
Artinya kemungkinan besar market tidak langsung V-shape rally, tapi membangun area bawah terlebih dahulu sebelum benar-benar bergerak naik lagi.
Dalam fase seperti ini justru biasanya mulai muncul peluang untuk akumulasi bertahap, terutama di saham-saham yang secara siklus memang diuntungkan oleh kondisi global sekarang.
Sektor yang menurut saya masih menarik diperhatikan adalah komoditas utama, khususnya energi dan resource. Karena ketika tensi geopolitik meningkat, sektor ini biasanya justru menjadi salah satu yang paling resilien.
Strateginya tidak perlu langsung agresif. Kalau teman-teman ingin mulai mengambil posisi, bisa gunakan pendekatan DCA secara bertahap.
Contohnya bisa pakai skema sederhana:
1. 20% posisi awal untuk test the water
2. 30% tambahan jika market masih memberikan koreksi atau retest area support
3. 50% sisanya ketika market mulai menunjukkan konfirmasi rebound
Dengan cara ini kita tidak perlu terlalu khawatir soal timing, tapi tetap bisa menjaga positioning kalau memang market sedang berada di fase pembentukan bottom.
Jadi untuk hari ini mungkin pendekatannya tetap lebih sabar dan selektif, tapi kalau bicara risk-reward, menurut saya market sudah mulai masuk area yang layak diperhatikan untuk akumulasi bertahap, khususnya di saham-saham komoditas yang secara fundamental masih kuat.
Semoga hari ini market memberi peluang yang lebih sehat buat kita semua.
$BUMI $INDY $RATU
