Saya tdk pernah peduli berapa followerku, tapi bagiku yg lbh penting adalah siapa yg saya follow. Karena itulah yg akan banyak tampil dan terlihat di halaman stream ku. Begitu pula di medsos lain, contohnya di youtube jg saya akan memilih dan memfilter siapa saja yg akan disubscribe. Saya selalu mengelilingi diriku dengan orang2 yang berpegang pada prinsip investasi yg baik dan sehat. Tantangan jaman dulu adalah akses informasi, tapi tantangan jaman skr di tgh banyaknya akses informasi adalah bagaimana kita memilih dan memilah informasi yg sudah ada.
Biasanya dlm rentang waktu 3-6bulan sudah kelihatan orang yg kita follow seperti apa. Meskipun terlihat pintar dengan segala teori2nya tapi jika tidak memiliki prinsip investasi yg sehat, apalagi tulisan, analisa dan prediksinya 90% salah dari waktu ke waktu, maka biasanya akan saya unfollow atau bahkan sy block apabila mengganggu sekali dengan banyaknya frekuensi postingan yg menyebar analisa dan prediksi yg ngawur/sesat.
Saya terbiasa mempelajari manusia, psikologi dan neuroscience. Otak manusia itu lbh mudah terpengaruh apa yg buruk apalagi yg sering didengar atau dibaca. Coba saja anda bicara hal yg positif trs kepada diri sendiri maka hasilnya akan positif, begitu jg sebaliknya.
What we eat is what we are.
What we heard is what we'll become.
Happy Sunday.
$ADRO $ARCI $IHSG
