oke lanjut part 35 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (ESSA, MCOL, ANDI)
$ESSA ,PT ESSA Industries Indonesia Tbk, perusahaan energi & chemicals dengan dua aset utama:
- Palembang LPG Plant (PLP) : kapasitas ±60-70 ribu ton LPG per tahun
- Banggai Ammonia Plant (BAP) : kapasitas ±650 ribu ton ammonia per tahun
Ammonia menjadi driver utama profit, sedangkan LPG refinery lebih stabil tetapi margin lebih kecil.
Karakter bisnis:
- Commodity chemical cycle
- Sensitif terhadap harga ammonia global
- Margin tinggi saat cycle ammonia naik
Hal yang perlu dinormalisasi:
1️⃣ Commodity cycle ammonia : 2022 profit sangat tinggi → tidak sustainable
2️⃣ Depresiasi plant besar : EBITDA tinggi tetapi earnings tertekan
3️⃣ Debt repayment effect : 2025 interest turun karena utang dilunasi
Normalized True Earning ≈ 50 juta USD / tahun
TRUE EPS ESSA ≈ Rp 40 – Rp 50
Karena bisnis chemical cyclical + commodity, wajar:
Bear cycle 8x = 360 per share
Normal cycle 10x = 450 per share
Expansion cycle 12–14x = 540 per share
efektivitas capex
2021 plant reliability, produksi stabil
2022 debottleneck ammonia, capture supercycle
2023 efficiency & maintenance, margin defense
2024 operational optimization, cash flow stabil
2025 debt repayment, perusahaan jadi net cash
Strategi manajemen cukup disiplin: memaksimalkan operating leverage, fokus plant uptime tinggi, debt free balance sheet
Ini sangat penting untuk bisnis cyclical.
fase emiten
Fase bisnis : Commodity chemical cyclical
Revenue driver : ammonia price
Margin stability : medium
Balance sheet : net cash (2025)
Growth driver : ammonia demand + green ammonia
Kondisi Market Segment
Ammonia global : volatile
Fertilizer demand : stabil
Energy transition : ammonia fuel demand naik
LPG refinery : stabil low growth
Long term: green ammonia & hydrogen bisa jadi driver baru.
Manajemen menyampaikan: turnaround ammonia plant Q2 2026, memastikan reliability jangka panjang.
ESSA bukan growth stock, tapi cyclical commodity play. Biasanya profit meledak saat ammonia spike, stagnan saat harga turun.
PT Prima Andalan Mandiri Tbk ( $MCOL ):
- Tambang batubara thermal
- juga memiliki jasa pertambangan dan logistik tambang
- operasi utama di Kalimantan Timur
- fokus pada pasar ekspor + domestik (PLN / industri)
Strategi perusahaan:
- eksplorasi infill drilling untuk memperpanjang umur tambang
- efisiensi biaya produksi
- peningkatan volume produksi dan logistik.
Karakter bisnis:
- commodity cyclical
- margin sangat dipengaruhi harga coal index (ICI / Newcastle).
Strategi capex perusahaan fokus pada:
1️⃣ Infrastruktur tambang : conveyor, hauling road, crushing plant
2️⃣ Logistik : jetty (dermaga bongkar muat), barge loading, coal stockpile
3️⃣ Fasilitas operasional : workshop alat berat, tangki BBM, mess karyawan
Dalam paparan publik disebutkan pembangunan:
- tangki BBM 2 × 4000 KL
- workshop alat berat
- mess karyawan : untuk meningkatkan produktivitas tambang.
Tujuan capex:
- menaikkan produksi
- menurunkan cost hauling
- mempercepat loading.
Fase & Status Emiten
Fase industri : Late coal supercycle
Fase emiten : Cash harvesting
Cashflow : sangat kuat
Debt : rendah
Dividen potential : tinggi
Risiko utama : harga coal
Kesimpulan: MCOL bukan growth company, tetapi cash machine commodity stock.
Kondisi Market Segment
Thermal coal global : normalisasi
China demand : stabil
India demand : naik
PLN domestik : stabil
ESG pressure : meningkat
Permintaan domestik + ekspor masih kuat sehingga penjualan tetap stabil.
TRUE EPS MCOL ≈ Rp400 / saham
Valuasi mid-cycle 400 × 6 = 400×6=Rp2400
Fair Value MCOL ≈ Rp2000 – Rp3000
Outlook MCOL
Q1 2026
kemungkinan: produksi stabil, margin masih baik, harga coal sideways
driver: ICI stabil, demand India.
Q2 2026
risiko:seasonal coal demand, harga bisa melemah.
MCOL adalah deep value commodity stock
karakter:
✔ strong cashflow
✔ dividen tinggi
✔ cost mining relatif efisien
tetapi:
⚠ tidak growth
⚠ sangat tergantung harga coal.
PT Andira Agro Tbk ( $ANDI )bergerak di:
- Perkebunan kelapa sawit
- Pengolahan TBS menjadi CPO & Palm Kernel
- Penjualan CPO ke refinery domestik
Perseroan mengelola perkebunan sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS) dengan fokus pada produksi minyak sawit mentah.
Ciri model bisnis ANDI:
- upstream sawit (plantation + mill)
- tidak terintegrasi hilir (refinery / biodiesel)
- harga jual sangat bergantung harga CPO global
implikasi kondisi operasional : masalah utama bukan demand, tetapi operational efficiency
Dari public expose 2025, Fokus capex:
- Maintenance mesin PKS
- Perbaikan fasilitas pengolahan
- efisiensi produksi sawit
Perusahaan menyatakan: capex difokuskan pada mesin pengolahan sawit dan maintenance fasilitas PKS.
Catatan penting: umur tanaman ±12 tahun → belum perlu replanting besar.
Artinya capex ANDI lebih ke operational recovery, bukan ekspansi.
EPS rata-rata siklus ≈ 0.53 / share
Sawit kecil biasanya dihargai: 6–8x
fair value ANDI ≈ 3 – 4 rupiah
Fase Emiten ANDI
- Fase bisnis : Recovery / Distress
- Kinerja : masih rugi
- Operasional : PKS belum optimal
- Balance sheet : tekanan utang
- Market position : small upstream sawit
Kondisi Market Segment (Sawit)
Faktor industri:
Positif : demand global minyak nabati tinggi, biodiesel program, CPO price cyclically strong
Negatif : cost produksi naik, ESG pressure, produktivitas kebun kecil
Untuk ANDI ➡ leverage terhadap harga CPO tinggi
ANDI adalah tipe saham : micro cap sawit turnaround
➡ cocok hanya untuk spekulasi recovery, bukan core holding.