"Whereas in real life things fluctuate between pretty good and not so hot, in the minds of investors things can go from flawless to hopeless and back.
When the majority of investors are optimistic, they cause price to rise and potentially exceed value. And when the pessimists reign, they cause prices to decline and potentially fall short of value." -Howard Marks-
Makroekonomi nasional itu memang ada naik turunnya, dan pengaruh (headwind & tailwind) dari geopolitik itu juga nyata adanya. Tugas kita bukanlah invest agresif ketika makro sedang tailwind dan berhenti investasi ketika makro sedang headwind.
Tugas kita adalah mengelola risiko sehati-hati mungkin saat market memberi sinyal flawless di makroekonomi yang sedang pretty good, dan memanfaatkan peluang semaksimal mungkin saat market memberi sinyal hopeless di makroekonomi yang sedang not so hot.
“Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful.” -Warren Buffett-
Pepatah ini bukan ajakan untuk beli saat harga rendah dan ajakan jual saat harga tinggi. Pepatah ini adalah tentang arbitrage psikologis. Arbitrage psikologis adalah memanfaatkan gap inefisiensi market akibat psikologis fear dan greed.
Saat market memberi sinyal flawless pada aset yang pretty good, itulah greed. Saat market memberi sinyal hopeless pada aset yang not so hot, itulah fear.
Di Amerika (ketar-ketir), ini biasa diukur dengan dua:
1. Chicago Board Options Exchange Volatility Index
2. CNN Fear & Greed Index
Di era digital, aset kripto juga dijadikan frontrunner dari fear & greed index. Logikanya sederhana: saat paper asset tanpa nilai intrinsik diapresiasi lebih daripada aset dengan nilai intrinsik, itulah greed. Saat paper asset ditinggalkan dan demand lari ke safe haven dan aset-aset dengan arus kas yang stabil, itulah fear.
Di $IHSG, belum ada konsensus yang luas tentang fear & greed index ini. Tapi ada yang bisa kita lakukan:
1. Ambil satu blue chip, blue chip beneran, bukan blue chip-blue chip-an, yang menurut kita paling merepresentasikan makroekonomi nasional secara luas dan umum
2. Ambil satu blue chip-blue chip-an atau paper asset yang bisa masuk indeks blue chip dengan cara manipulasi, yang menurut kita cukup merepresentasikan ember besar dari saham-saham narasi influencers, momentum story, saham repo, dll.
Greed market adalah waktu terbaik untuk raising/mengumpulkan dry powder, dan fear market adalah waktu terbaik untuk menanam dry powder yang kita punya, lalu biarkan dia tumbuh dan memberikan buah untuk kita petik di kemudian hari.
Ini bukan praktik yang baru dan eksklusif di bursa saham saja. Ini yang dilakukan nenek moyang yang agraris sejak dahulu kala. Saat aktivitas vulkanik meningkat, orang yang tidak memahami alam akan kapok dan bermigrasi jauh-jauh dari lingkaran api. Sedangkan nenek moyang petani kita cukup menjaga jarak aman dari abunya, tapi mereka paham, bahwa saat isi bumi keluar melalui aktivitas vulkanik, mendarat tersebar di permukaan tanah, itu lah tanah yang paling subur untuk bercocok tanam.
Apakah erupsi gunung berapi tidak berbahaya? Tentu saja berbahaya. Tapi bukan berarti Allah SWT menciptakan gunung berapi untuk menghukum kita. Ada hikmah dan berkah di balik ciptaanNya tersebut.
Apakah makroekonomi nasional kita sekarang sedang baik-baik saja? Tentu saja tidak. Makroekonomi adalah siklus yang akan terus naik dan turun berulang kali di luar kontrol kita. Lalu apa yang bisa kita kontrol? Psikologis.
Kita tidak harus menjadi si paling ahli geopolitik untuk menanam rezeki untuk masa depan kita. Kita cukup melakukan arbitrase psikologis. Memang ekonomi buruk, tapi apakah market meresponnya lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi? Mungkin nanti ekonomi pulih, tapi apakah market meresponnya lebih jumawa daripada yang sebenarnya terjadi?
“History Doesn't Repeat Itself, but It Often Rhymes” – Mark Twain
Wealth was never created from owning paper assets during bull market. It's always been created from owning productive assets during wartimes.
$ADRO $ADMR
1/3


