oke lanjut part 33 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (BFIN, CNMA, PTRO)
$BFIN , PT BFI Finance Indonesia Tbk, perusahaan multifinance yang fokus pada pembiayaan berbasis aset.
Segmen utama:
- Pembiayaan kendaraan bekas (motor & mobil)
- Pembiayaan alat berat & produktif
- Pembiayaan UMKM berbasis jaminan BPKB
- Pembiayaan syariah skala kecil
Karakter bisnis:
- Asset-backed lending
- Yield tinggi (20–30% effective rate)
Risiko utama: NPL dan cost of fund
Growth tergantung loan book expansion
Portofolio utama BFIN adalah pembiayaan konsumen dan UMKM yang menjadi sumber pendapatan bunga.
Karakter BFIN:
- ROE tinggi (18–22%)
- asset-based lender
- credit risk cyclical
Normalized EPS ≈ 90 / share
Multiple wajar:
Bear market 7x = 630 per share
Normal 9–10x = 810 per share
Bull 12x = 1080 per share
Capex BFIN bukan capex fisik besar, tapi:
1. Loan Book Expansion. Modal dipakai untuk: pembiayaan konsumen, modal kerja UMKM, refinancing kendaraan
2. IT & Digital Lending. Capex IT meningkat setelah serangan siber industri multifinance. Fokus: cybersecurity, scoring system, digital channel
3. Branch Network. Ekspansi jaringan pembiayaan di daerah.
2021 recovery, covid impact
2022 growth, demand naik
2023 stabil, risk control
2024 ekspansi, UMKM demand
2025 stabil growth, portfolio mature
Return on capital sangat efisien karena:
ROA ~6%, ROE ~20%
Kondisi Market Segment
kendaraan bekas : stabil
UMKM financing : tumbuh
alat berat : cyclical
syariah : kecil tapi berkembang
Outlook Q1–Q2 2026 Positif karena:
1️⃣ kredit konsumsi naik
2️⃣ suku bunga mulai stabil
3️⃣ NPL terkendali
Tambahan faktor:
Fitch reaffirm rating AA- (stable) untuk BFIN. Artinya cost of fund tetap rendah.
jadi BFIN itu Mature compounder. Risiko kredit UMKM
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk ( $CNMA ), operator jaringan bioskop Cinema XXI di Indonesia.
Sumber pendapatan utama:
- Tiket bioskop (~60%)
- Food & Beverage (~34%)
- Iklan, digital platform, event (~6%)
Karakter bisnis:
- Asset heavy (screen, projection, lease mall).
- Cashflow kuat dari F&B.
- Network effect (lokasi bioskop + brand).
- Cyclical mengikuti kualitas film global.
Trend: Recovery pasca COVID selesai. Growth mulai melambat sejak 2024.
Normalized True Earnings ≈ 1.2T
True EPS ≈ 14–15
Kondisi:
Mature 10–12x
Stable growth 12–15x
jadi kira kira di 180-225 per share
Jika growth layar bioskop terus naik, bisa ke 250 per share
Capex utama digunakan untuk:
1. Ekspansi bioskop
Contoh 2024: 16 bioskop baru, 70 layar baru
2. Premiumisasi
Upgrade ke: IMAX, The Premiere, recliner seats. Ini menaikkan ticket price + F&B margin.
3. Digital ecosystem
Investasi pada: m.tix, https://cutt.ly/LtR9cycl, digital ads
Fase Emiten CNMA
Market position : Dominan (Cinema XXI leader)
Business phase : Mature growth
Revenue growth : stabil
Cashflow : kuat
Expansion : masih berjalan
Outlook Q1–Q2 2026
Faktor positif:
1️⃣ Film blockbuster pipeline
2️⃣ Konsumsi domestik stabil
3️⃣ layar bioskop bertambah
Risiko:
1️⃣ kualitas film Hollywood
2️⃣ streaming competition
3️⃣ daya beli kelas menengah
jadi, CNMA itu consumer entertainment compounder stabil. tetapi bukan high growth.
lanjut $PTRO , integrated mining & engineering contractor dengan 3 lini utama:
- Mining Services : kontraktor tambang (overburden removal, hauling, mine operation)
- Engineering, Procurement, Construction (EPC) : pembangunan fasilitas tambang, mineral processing, infrastruktur
- Energy & Offshore Services : EPCI offshore oil & gas, ekspansi ke mineral mining luar Indonesia
Perusahaan juga mulai diversifikasi melalui akuisisi grup mining & offshore untuk memperluas portofolio non-coal.
Trend penting:
- revenue growth konsisten
- operating leverage meningkat
- fleet utilization tinggi
- margin mining contract membaik
Artinya earning quality PTRO cukup bagus.
Karena PTRO adalah cyclical contractor + asset heavy.
Saat ini PTRO berada di mining supercycle tailwind, sehingga fair range: 12–15x True EPS
True EPS 2025 ≈ Rp189
Realistic fair range: 2.270-2.835 per share
PTRO memaksimalkan capex dengan model contract-backed expansion.
2021 : capex fleet mining, renewal equipment
2022 : tambahan haul truck, expansion mining contract
2023 : akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (mining), fleet modernization
2024 : infrastructure EPC expansion, offshore capability
2025 : diversifikasi non-coal mining, ekspansi offshore energy
Goodwill dari akuisisi KMS juga tercatat sekitar US$18.9 juta.
Fase Emiten PTRO
2021 Recovery, coal rebound
2022 Expansion, mining contract naik
2023 Acceleration, margin naik
2024 Growth, diversifikasi bisnis
2025 Scale-up, energy + mining
Kondisi Market Segment
Coal mining contractor : masih kuat
Mineral mining : mulai tumbuh
EPC tambang : stabil
Offshore energy : growth opportunity
PTRO punya cyclical exposure, tapi mulai mengurangi ketergantungan coal.
PTRO sering diberi premium karena:
1️⃣ Backlog mining contract besar
2️⃣ bagian dari Indika Group ecosystem
3️⃣ diversifikasi non-coal mining
4️⃣ offshore EPC growth
Outlook 2026 :
Q1 2026 kemungkinan: backlog kontrak mining stabil, revenue masih growth, margin tetap tinggi
Q2 2026 hal yang perlu dilihat: commodity price, fleet utilization, contract renewal, capex discipline
Jika backlog bertambah: 2026 net income bisa >130–150M USD
PTRO termasuk Tier-1 mining contractor di Indonesia
PTRO ini lebih cocok cyclical growth, bukan high multiple stock seperti DCII.