Bersyukur negara kita adalah negara komoditas.
Segila-gilanya perang terjadi, Indonesia masih punya peluang untuk diuntungkan dari sisi komoditas.

Saya sendiri berinvestasi di saham sektor $CPO, ada beberap emiten CPO menurut saya dividennya termasuk yang paling menarik dibanding sektor lain.
Perlu diingat, ini bukan trading harian yang beli hari ini lalu jual besok. Ini investasi jangka panjang.
Kalaupun harga turun, saya akan melakukan avg.down.

Ini memang worst case scenario, tapi bisa kita bayangkan: jika harga minyak dunia mahal, CPO bisa menjadi salah satu alternatif energi.
Hebatnya lagi, Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia. Jadi bukan hal yang tidak mungkin jika perang berkepanjangan, biodiesel justru menjadi sektor yang diuntungkan.
Ketika minyak menjadi langka dan mahal, permintaan biodiesel berpotensi meningkat.

Di sisi lain, jika harga minyak naik sampai sekitar $90–$92 per barel, tekanan terhadap APBN Indonesia juga meningkat karena subsidi energi. Itu sebabnya proyeksi defisit APBN bisa mendekati 3%.

Kenapa harga CPO sering naik saat harga minyak dunia naik?

1. Biofuel
CPO digunakan untuk biodiesel.
Jika minyak mahal → biodiesel menjadi lebih ekonomis.

2. Biaya produksi energi
Harga energi naik → biaya pupuk, transportasi, dan pengolahan meningkat → mendorong harga komoditas.

3. Aliran dana ke komoditas
Saat geopolitik memanas, banyak investor global masuk ke komoditas sebagai hedge, sehingga harga komoditas pertanian ikut terdorong naik.

DYOR – Bukan ajakan jual atau beli.
$TAPG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy