Dua weekend terakhir bikin degdegan juga, setelah pekan lalu dihadapkan serangan AS ke Iran hingga membuat jendral Iran dan eks presiden Tewas. Kali ini, drama kenaikan harga minyak hingga tembus 93 dolar AS. Apakah ini bisa dejavu 2022?
Kenaikan harga minyak hingga tembus 93 dolar AS ini bisa jadi alamat buruk bagi ekonomi dunia, terutama Indonesia. Pasalnya, berarti biaya kehidupan akan meningkat drastis.
Apalagi, Purbaya bilang batas pertalite harga ceban jika harga minyak dunia maksimal di 92 dolar AS per barel. Lalu, sekarang sudah tembus 93 dolar AS per barel. Jika ini berjalan sebulan penuh di area 90-an dolar AS per barel, bukan tidak mungkin harga Pertalite juga naik.
Lalu, apakah saham minyak akan lanjut naik pada Senin setelah dibanting di Jumat kemarin? apakah jadi cerita seperti 2022 atau malah saat krisis minyak di 1970-an?
Kami ulas selengkapnya di sini ya: https://cutt.ly/QtR1Owf7
$MEDC $ENRG $RATU
