imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya tren penurunan harga pakan ternak di tingkat produsen pada periode Februari hingga awal Maret 2026. Penurunan ini dinilai dapat membantu menekan biaya produksi peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan tren penurunan harga pakan menjadi perkembangan positif bagi keberlanjutan usaha peternakan nasional.

Secara keseluruhan, tren ini sangat menguntungkan bagi pemulihan operasional $WMUU di tahun 2026, terutama dalam menghadapi momen Ramadan dan Idulfitri di mana permintaan biasanya meningkat.

Penurunan harga pakan ternak pada Februari–Maret 2026 merupakan sentimen positif bagi PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), namun tetap ada beberapa risiko negatif yang perlu diwaspadai terkait kondisi fundamental perusahaan saat ini.

Efisiensi Biaya Produksi (COGS): Pakan berkontribusi hingga 70% dari total biaya produksi unggas. Penurunan harga pakan, terutama karena ketersediaan jagung nasional yang melimpah, secara langsung akan menurunkan beban pokok penjualan WMUU.

Perbaikan Margin Laba: Dengan biaya input yang lebih rendah sementara harga jual ayam di tingkat konsumen cenderung stabil (sekitar Rp40.000/kg pada Maret 2026), emiten memiliki peluang untuk memperlebar margin keuntungan.

Info Ordal.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy