$BBNI $BBCA $BBRI
Yuk kita telusur jawaban2 kocak dari dokter spesialis 馃ぃ馃ぃ馃ぃ (termasuk kelicikan mereka menghilangkan hubungan infeksi bakteri dengan sel kanker)
1. Ketika pasien covid yg multiple organ failure tetapi selamat, pada urin feces dan plasma darahnya ditemukan RACUN BISA ULAR. Jawaban dokter spesialisnya gini : *ITU BUKAN RACUN BISA ULAR, ITU HANYA POTONGAN PROTEIN YG MIRIP DENGAN RACUN BISA ULAR, KARENA VIRUS COVID19 BISA MENGHASILKAN PROTEIN MIRIP RACUN BISA ULAR* 馃ぃ馃ぃ馃ぃ koplak toh jawaban mereka. *Virus covid19 melalui PCR juga memeriksa potongan proteinnya* , kenapa pasiennya tetap didiagnosa pasti covid19, harusnya juga dinyatakan bahwa itu bukan COVID19, hanya potongan protein yg mirip dengan covid19 dong 馃ぃ馃ぃ馃ぃ *koplak kau sayang... Buat malu dunia kedokteran aja kau...* 馃き馃き馃き
2. N terminal formilmetionin yg merupakan protein khas bakteri di sitoplasmanya ternyata *BANYAK TERDAPAT DI SITOPLASMA SEL KANKER.* Jawaban dokter spesialisnya gini : oh itu berasal dari mitokondria yg bocor 馃ぃ馃ぃ馃ぃ mitokondrianya yg bocor atau otaknya yg bocor 馃ぃ馃ぃ馃ぃ itu sengaja dilakukan mereka agar kanker tidak dihubungkan dengan bakteri sebagai penyebabnya, padahal paling banyak perubahan genetik hingga menjadi sel kanker itu banyak disebabkan oleh infeksi bakteri
3. Selenosistein merupakan protein yg mengandung selenium, khas pada bakteri anaerob, SEL MANUSIA YG TERINFEKSI DAN DISEBABKAN OLEH BAKTERI TERSEBUT akan memiliki respon GLUTATHIONE PEROKSIDASE DALAM SITOPLASMANYA AKIBAT SELENOSISTEIN MASUK KEDALAM SITOPLASMA SEL, DAN GLUTATHIONE PEROKSIDASE INI SANGAT TINGGI PADA SEL KANKER TERTENTU SEHINGGA BISA DIKATAKAN SEL KANKER SANGAT SERING TERPAPAR DENGAN SELENOSISTEIN (SEL KANKER AKIBAT INFEKSI BAKTERI ANAEROB). Jawaban dokter spesialisnya gini : Glutathione Peroksidase yg tinggi pada sel kanker tertentu itu tinggi akibat sel kanker bermutasi dan mampu mengambil dari darah dalam jumlah yg signifikan dan mengolah selenium (selenosistein/selenometionin) dan menghasilkan GLUTATHIONE PEROKSIDASE YG SANGAT BANYAK KHAS TERBENTUK KARENA KEBERADAAN SELENIUM. 馃ぃ馃ぃ馃ぃLAWAK
4. Pirolisin merupakan asam amino yg menjadi bagian dari struktur enzyme metiltransferase pada bakteri yg menghasilkan turunan metilamina menjadi monometilamin, dimetilamin dan trimetylamin sehingga sel bakteri anaerob dapat memecahnya dan mendapatkan energi + gas metana. Pada sel kanker yg disebabkan oleh infeksi bakteri anaerob berdasarkan teori fokal infeksi, seharusnya pirolisin dan selenosistein terdapat pada sitoplasma sel kanker tersebut, dan tentu gas metana akan dihasilkan oleh pasien tersebut yg berasal dari infeksi bakteri anaerob yg sangat banyak dan juga oleh sel kankernya. Akan tetapi dokter spesialis hanya menyatakan bahwa, hanya selenosistein aja yg ada di sitoplasma sel kanker, itupun berasal dari makanan manusia dan bukan dari bakteri (dan mereka bingung kok bisa sel kanker ini mengambil banyak sekali selenosistein dari pembuluh darah), sedangkan mereka juga bilang bahwa pirolisin tidak terdapat pada sitoplasma sel kanker, tetapi produk2 dari enzyme nya yaitu monometilamin/dimetylamin/trimetilamin, sangat banyak pada sitoplasma sel kanker (sel kanker dari infeksi bakteri anaerob dong tentunya). Dan mereka menyatakan juga bahwa produk turunan tersebut dihasilkan oleh enzyme metiltransferase dari DNA YG TELAH BERMUTASI sehingga tidak membentuk polimetilamina seperti biasa melainkan turunan dari metilamina 馃ぃ馃ぃ馃ぃ *LAWAK* ... Dan mereka masih bingung MUTASI DNA YG MANA, YG MENGUBAH ENZYME YG SEHARUSNYA MENGHASILKAN POLIMETYLAMINA MALAH MENJADI TURUNAN METILAMINA (katanya hasil dari berbagai jenis mutasi DNA) 馃槀馃槀馃槀 (bilang aja lo mau nutupin hubungan bakteri dengan sel kanker dan tidak mengakui bahwa didalam sel kanker dari infeksi bakteri anaerob terdapat pirolisin (maupun selenosistein) sehingga membentuk enzyme yg menghasilkan turunan METILAMINA dan bukan polimetilamina) 馃槀馃槀
5. D-amino acid, nah klo ini bukti paling konkrit mengenai hubungan fokal infeksi dan sel kanker ya dan semua sel kanker pasti banyak ASAM AMINO INI PADA SITOPLASMANYA. Meskipun D-amino acid dapat terbentuk oleh radiasi, ikatan dengan zat2 karsinogenik dan sebagainya, akan tetapi 90% SEL KANKER YG ADA SAAT INI AKIBAT INFEKSI MENAHUN, DAN TENTU SUMBER D-AMINOACIDNYA DARI KOMPLEKS POTONGAN BAKTERI (LPS/ENDOTOKSIN/EKSOTOKSIN) + ALBUMIN YANG MASUK KEDALAM SEL MELALUI ENDOSITOSIS. Terjadilah kelainan asam amino yg didominasi berupa kelainan g aktin dan sitoskeleton lainnya (termasuk histon). Ketika adaptasi sel terlampaui, barulah terjadi sel kanker.
SELESAI 馃檹馃檹馃檹