Mengenai kondisi global saat ini

Terus terang rada kesel liat orang-orang yang masih mudah muntahin ujaran
"alah ngapain si Indo sok sokan jadi penengah di peperangan Amrik dkk vs Iran. Urusan dalam negeri aja belum selesai!"

Menurut aku ygy, ini tuh FALSE DICHOTOMY, seolah-olah kita harus memilih antara urusan DOMESTIK dan INTERNASIONAL. Padahal ya, keduanya ibarat dua sisi dam satu koin yang sama. Ketika orang berpikir ngapain "ikut-ikutan", harga BBM, tempe, ikan, dan ayam udah pelan-pelan meroket. Ujungnya apa? Pemerintah lagi yang disalahin.

Padahal ya, efek Hormuz skalanya global. Terhambatnya jalur BBM di sana tuh dampaknya udah bikin oil price ATH, udah nyentuh 120USD/barel. Sementara cadangan minyak di indo, wassalam lah. Yaudah bayangkan aja mau berapa banyak APBN yg dikeluarkan untuk mensubsidi BBM ke depannya. Akhirnya, urusan domestik yang kalian anggap udah carut marut, ya bakal lebih kacau lagi.

If you are not at the table, you are on the menu. Ini pepatah yang semua orang taulah. Indonesia termasuk negara besar, kalo tak turut andil ngikutin arah kebijakan global, negara besar lain bakal sesuka jidat bikin kebijakan yang ngerugiin kita, tanpa ampun, tanpa izin apalagi. "Terus emg bisa mendamaikan?" Makna damai yang kalian maksud tak sepolos yang kalian kira. Intinya, pemerintah berkewajiban membuat hasil yang harus berdampak positif ke negara. Menjadi penengah itu sebetulnya udah jadi bentuk bahwa negara kita punya kedaulatan. Ya harapannya semoga ga jadi korban keputusan pihak lain.

Sementara itu, IDX kita esensinya ya ekspektasi (terserah, mungkin kalian ga setuju). Begitu negara narik diri dari isu global, ya jelas investor asing bakal menilai kita 'negara berisiko'. Hasilnya? Capital Outflow, saham perbankan di dump, dan valuasi investasi jelas merosot. Dan itu udah kejadian sebelum serangan Amrik, apalagi kalo negara hanya diam aja.

Belum lagi kemarin rating IDX kena kartu kuning. Bukan cuma satu pula, banyak. Yang MSCI lah, FTSE, ini mulai lagi Moody, dan FITCH. Dan ini semua belum ada evaluasi mendalamnya bro. Rating ini ibarat reputasi atau IPK lah, kebayanglah kalo index-index global kasih kita IPK di 2.0, jelas ga laku, investor bakal kabur, mereka bukan philanthropies soalnya. Di sini sebetulnya negara kita ikut masuk jadi penengah udah beri kita kesempatan nunjukin bahwa negaea kita punya bargaining power. Ada kesempatan, kenapa ga diambil?

Jadi jangan sepele sama isu global, langkah pemerintah, dan peran para diplomat kita. Kita semua berharap hasil yang menguntungkan, dan semua pihak mau itu. Tapi nyatanya bukan cuma indo, semua market ngalamin crash. Kita ini cuman ga suka dengan kebijakan yang aneh, dan keSIPUTAN oknum/pejabat incompetent, jadi itu yang kita kritik, bukan cuman ikut-ikutan jadi pencaci maki dan pembual hanya karena liat komen orang-orang.

$IPTBA $IRSX $HUMI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy