🤑 Danantara Mulai Umumkan Pemenang Tender Proyek Waste–to–Energy
Danantara mengumumkan telah memilih Wangneng Environment dan Zhejiang Weiming Environment Protection sebagai mitra operasional untuk proyek waste–to–energy, dengan masing–masing akan mengelola proyek di Bekasi dan Denpasar. Perusahaan yang berpartisipasi diharuskan membentuk konsorsium dengan mitra lokal untuk memastikan transfer teknologi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Hingga kini, belum terdapat informasi mengenai mitra lokal bagi Wangneng Environment dan Zhejiang Weiming Environment Protection. Sebelumnya, Danantara mengatakan bahwa proyek waste–to–energy tahap pertama akan difokuskan di 4 kota, yaitu Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta. Belum terdapat informasi mengenai pemenang lelang proyek di Bogor dan Yogyakarta.
Sebelumnya, Direktur Utama Maharaksa Biru Energi ($OASA), Bobby Gafur Umar, mengatakan pada Desember 2025 bahwa pihaknya — melalui konsorsium bersama Grandblue Environment Co. Ltd. — mengincar tender proyek waste–to–energy Danantara di wilayah Bogor dan Denpasar Raya. Selain OASA, Solusi Environment Asia ($SOFA) melalui anak usahanya, PT Parivarta Energi Nusantara, pada Januari 2026 mengumumkan telah membentuk konsorsium dengan Hunan Construction Engineering Group Co. dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd. untuk mengikuti tender proyek waste–to–energy yang diselenggarakan oleh Danantara, meski tidak merinci target lokasinya lebih lanjut.
Selain SOFA dan OASA, berdasarkan laporan Kontan, terdapat beberapa emiten lain yang dikaitkan dengan proyek waste–to–energy Danantara, yakni Multi Hanna Kreasindo (MHKI), TBS Energi Utama (TOBA), Astrindo Nusantara Infrastruktur ($BIPI), dan Impack Pratama Industri (IMPC). Namun, sejauh ini tidak ada pengumuman resmi pembentukan konsorsium untuk mengikuti lelang dari masing–masing perusahaan tersebut.
🔑 Key Takeaway
Mengingat masih ada dua kota lain dari tahap pertama yang pemenangnya belum diumumkan oleh Danantara, perkembangan ini dapat dimonitor oleh investor. Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama, pihaknya menerima 21 proposal dari 9 perusahaan. Dari 9 perusahaan tersebut, terdapat 4 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai mitra lokal, meski Fadli tidak merincinya lebih lanjut. Groundbreaking proyek–proyek dalam tahap pertama ini sendiri diperkirakan berlangsung secara bertahap pada Maret–Juni 2026. Pada tahap kedua, Danantara akan menyasar 6 kota/kabupaten.
Stockbit Snips 6 Maret 2026
https://cutt.ly/FtRJsCrj
