Berikut adalah rangkuman insight sektor batu bara untuk tahun 2026 berdasarkan sumber yang tersedia:
Potensi Lonjakan Permintaan dan Substitusi Energi Pasar batu bara termal di tahun 2026 diprediksi dapat mengalami pergeseran drastis jika terjadi gangguan pasokan minyak di Timur Tengah yang mendorong substitusi dari minyak ke batu bara. Analisis skenario menunjukkan bahwa gangguan singkat dapat mengangkat permintaan batu bara global sebesar 40–55 juta ton, sementara gangguan yang berkepanjangan dapat memicu kenaikan permintaan hingga lebih dari 180 juta ton. Permintaan tambahan ini diperkirakan datang dari utilitas di India, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa yang meningkatkan pembakaran batu bara saat harga minyak dan LNG melonjak tinggi.
Risiko Pasokan dari Indonesia Pemerintah Indonesia melalui ESDM telah mengindikasikan target produksi sebesar 600 juta ton untuk tahun 2026, yang menyiratkan pengurangan kuota RKAB sebesar 24% dibandingkan produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Rencana pembatasan produksi ini telah mengurangi likuiditas pasar spot dan mendukung kenaikan harga indeks ICI3 dan ICI4. Sebagai pemasok sekitar 43% batu bara termal global melalui laut, Indonesia tetap menjadi penerima manfaat paling langsung jika terjadi kejutan permintaan di Asia.
Proyeksi Harga Batu Bara 2026 Harga batu bara diperkirakan memiliki potensi kenaikan yang signifikan dalam berbagai skenario gangguan pasokan minyak dan gas:
• Skenario Ringan: Harga Newcastle diprediksi berada di kisaran US75-80/t dan ICI4 pada US$55-60/t.
• Skenario Moderat: Harga Newcastle dapat bergerak menuju US90-100/t.
• Skenario Terburuk (Gangguan Berkepanjangan): Harga Newcastle berpotensi melonjak hingga US145-185/t dan US$105-135/t.
Peringkat Sektor dan Saham Pilihan Peringkat sektor batu bara telah dinaikkan menjadi Overweight (OW) karena harga saat ini dianggap belum sepenuhnya mencerminkan potensi risiko kenaikan harga di masa depan. Adaro Andalan Indonesia ($AADI) menjadi pilihan utama (top pick) dengan potensi kenaikan laba bersih sebesar 20-94% pada tahun fiskal 2026-2028 dalam skenario harga batu bara yang bullish. Selain AADI, saham lain yang direkomendasikan BUY meliputi Alamtri Resources ($ADRO) dan Indo Tambangraya ($ITMG).
