Berdasarkan data pasar terbaru hingga penutupan perdagangan Kamis kemarin dan proyeksi pagi ini, Jumat, 6 Maret 2026, $IHSG diprediksi akan bergerak menguat terbatas (konsolidasi).
Setelah sempat anjlok tajam pada hari Rabu akibat sentimen geopolitik dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch, IHSG berhasil melakukan technical rebound yang cukup kuat kemarin.
Berikut adalah rincian proyeksi untuk hari ini:
1. Proyeksi Teknis & Level Penting
• Support: 7.516 – 7.600
• Resistance: 7.765 – 7.820
• Tren: Konsolidasi positif setelah menguat 1,67% ke level 7.703,79 pada penutupan Kamis (5/3).
2. Sentimen Utama yang Mempengaruhi
• Rebound Global: Penguatan indeks di Wall Street (Dow Jones +0,49%, Nasdaq +1,29%) memberikan angin segar bagi bursa Asia pagi ini.
• Tekanan Rupiah: Mata uang Rupiah masih berada di level yang cukup rentan (mendekati Rp16.900 - Rp17.000 per USD), yang dapat membatasi agresivitas investor asing.
• Faktor Domestik: Pasar masih mencerna dampak dari perubahan outlook Fitch dari stabil ke negatif, meskipun secara fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap stabil di angka 5%.
• Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah (AS-Iran) tetap menjadi faktor risiko utama yang dipantau pelaku pasar karena pengaruhnya terhadap harga minyak dunia.
3. Sektor & Saham untuk Dicermati
Para analis menyarankan strategi selective buy pada saham-saham yang sudah terdiskon namun memiliki fundamental kuat:
• Sektor Energi: Terutama saham tambang ($AADI, HRTA, $ESSA) yang diuntungkan jika harga komoditas naik akibat ketegangan global.
• Sektor Perbankan (Blue Chip): Perhatikan aksi beli kembali (buyback) pada saham seperti BBCA dan BMRI setelah koreksi tajam awal pekan.
• Sektor Konsumen & Industri: SMGR dan MDKA menunjukkan momentum kenaikan yang kuat kemarin.
Catatan: Prediksi ini adalah analisis data pasar dan bukan perintah jual-beli. Pasar saham bersifat fluktuatif, pastikan Anda melakukan manajemen risiko dengan memasang stop loss.