@DianBudiPrasetyo Harap bersabar karena bullishnya harusnya di Q2 2026 ke atas. Karena:
1. Ruang BI menurunkan sukuk bunga berkurang karena meski Fed diprediksi menurunkan 1x, penurunan ke 2nya berkurang kemungkinannya (inflasi menguat dan tenaga kerja masih ok).
2. Tidak seperti bank yang mana pemerintah bisa melakukan injeksi likuiditas ke himbara $BBRI $BMRI untuk menurunkan bunga dan support ekosistem.
Saham properti itu tidak punya supply problem tapi demand problem, yang meski sudah diberikan insentif tetapi tidak membaik. Berdasarkan data Bank Indonesia, 75% rumah residensial dibeli melalui KPR. Artinya? Kalau besok tidak tau mau makan apa, ngapain beli rumah?
3. 2025-2026 seharusnya melandai ya penjualannya karena pembisnis dan investor masih wait and see (ditambah perang Iran-Us&Israel).
4. Tahun pajak akan datang, mengingat defisit apbn sudah hampir dibatas "K.O". Bisnis akan makin was-was buat hire atau spend budget mereka.
Jadi, $CTRA seharusnya stagnan untuk Q1 atau Q2, belum bisa bullish untuk tahun ini kecuali ekonomi membaik di Q3 Q4.