@jhonhendra jika PBV makin murah thd historikal dan dibarengi dengan PER yg makin mahal secara historical, ceteris paribus, penjelasannya cuma satu : bisnis makin buruk.
analisa thd pesaing juga punya kecenderungan yg sama.
berarti memang sektornya yg memburuk.
2016, semen sembarang $SMGR $INTP $CMNT di jakarta harganya nyaris 70 KIDR. 2026, semen sembarang harganya bisa dibawah 50 KIDR.
satu dasawarsa harganya malah turun nyaris 30%.
sementara biaya semuanya pasti naik.
pertaruhannya memang di nyali, kalau ternyata bisa turn around, selalu ada decent upside.
nyali saya sih ga setinggi ini. hehee.
good luck Pak.