š£ļøJSMR: Laba Bersih 2025 -19% YoY, Sedikit di Bawah Ekspektasi; Guidance 2026
Stockbit's take:
⢠Jasa Marga ($JSMR) mencatatkan laba bersih Rp931 M pada 4Q25 (-24% YoY, +9% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 mencapai ~Rp3,7 T (-19,3% YoY) dan sedikit di bawah ekspektasi (96% estimasi 2025F konsensus).
⢠EBITDA selama 2025 naik +5,6% YoY menjadi Rp13,3 T, diikuti oleh margin EBITDA yang stabil di level 67,1%.
⢠Untuk 2026, JSMR mempertahankan guidance seperti pada 2025, dengan target pendapatan segmen ātoll roadā dan EBITDA masingāmasing tumbuh sekitar +4ā6%, sementara target margin EBITDA di kisaran 65ā67%.
Operasional: Kontribusi New Toll Road Lampaui Mature Toll Road
Pendapatan segmen ātoll roadā naik menjadi ~Rp5,3 T pada 4Q25 (+8% YoY, +5% QoQ), sehingga pendapatan segmen ātoll roadā selama 2025 naik +5,7% YoY menjadi Rp19,8 T.
Kontribusi pendapatan jalan tol pada 2025 mulai bergeser, dengan new toll road kini memberikan kontribusi lebih besar dibanding mature toll road. Pendapatan dari new toll road ā yang dioperasikan oleh anak usaha dan joint venture ā tumbuh +6,5% YoY menjadi Rp10,6 T selama 2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan mature toll road yang hanya naik +1,7% YoY menjadi Rp10,5 T. Pergeseran ini mencerminkan meningkatnya kontribusi new toll road seiring bertambahnya jalan tol baru yang mulai beroperasi.
Volume lalu lintas pada seluruh jalan tol JSMR pada 2025 tumbuh +3,2% YoY menjadi 196,4 ribu kendaraan per hari, dengan volume lalu lintas mature toll road naik +1,9% YoY menjadi 92,5 ribu kendaraan per hari sementara new toll road naik +4,4% YoY menjadi 103,9 ribu kendaraan per hari.
Penurunan laba bersih JSMR selama 2025 sendiri utamanya disebabkan oleh lonjakan beban pajak dari Rp158 M pada 2024 menjadi ~Rp1,5 T pada 2025. Di luar faktor tersebut, laba sebelum pajak masih meningkat +10,2% YoY, didorong oleh penurunan beban keuangan sebesar -12% YoY.
Outlook: Rencana Streamlining Ruas Jalan Tol dengan BUMN Karya
Sebagai bagian dari program streamlining Danantara, terdapat rencana penataan portofolio jalan tol yang melibatkan JSMR sejumlah BUMN Karya. Program streamlining ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan tol dan pendapatan JSMR. Sampai saat ini, JSMR diminta melakukan penjajakan terhadap ruas jalan tol yang memiliki kualitas aset dan kelayakan bisnis yang baik untuk berpotensi masuk ke dalam portofolio tol perseroan. JSMR pun mengatakan bahwa setiap potensi transaksi akan dilakukan dengan menggunakan valuasi yang wajar dan tidak dimaksudkan untuk memindahkan aset bermasalah ke dalam portofolio perseroan.
Tim investor relation JSMR mengatakan bahwa dividen untuk tahun buku 2025 diperkirakan berada di sekitar Rp1,1 T, sama seperti nominal dividen tahun buku 2024, yang mengindikasikan kenaikan dividend payout ratio menjadi ~31% laba bersih 2025 (vs dividend payout 2024: 25%).
Guidance 2026
Untuk 2026, JSMR mempertahankan guidance seperti pada 2025, dengan target pendapatan segmen ātoll roadā dan EBITDA masingāmasing tumbuh sekitar +4ā6%, sementara target margin EBITDA di kisaran 65ā67%.
------
Christian William Munaba (@chriswill97)
Investment Analyst Stockbit
