sejak kebangkitan China (yang artinya American tantrum), keamanan negara mestinya diprioritaskan daripada hitung2an ekonomis.
Perang Iran kali ini menghentikan supply gas kemana-mana. Indonesia mestinya santai saja melihat masalah ini kalau proyek Dimethyl Ether dari batubara sudah siap dari sejak lama.
Indonesia yang adalah net importir minyak mestinya sudah masuk ke EV sejak lama dan kesepakatan supply listrik $ADRO mestinya dipercepat, MIHEPnya diakselerasi supaya jadi 2028, bukan 2030. ladang listrik solar Cell nya mestinya sudah jadi sejak kapan tau.
dll
dst
dsb
negeri ini kagak ngarti skala prioritas ๐ฎโ๐จ
duit MBG itu mendingan dipake subsidi produksi DME, supply listrik, dan produksi EV. Oya, sekalian subsidi $TPIA bikin fasilitas DME to Olefins biar ngga tergantung sama Timur Tengah.
nah itu baru "supply side policy" yang sesuai jaman.