Pelajaran Januari-Februari 2026.
Plan sudah disusun, tapi namanya rencana bisa aja miss. Targetku sebagai investor pemula cukup sederhana. Setidaknya per bulan bisa mendapat income tambahan 1.000.000. Alasannya? Membatasi rasa tamak dan belajar konsisten pada target. Gimana kalau misal lebih? Ya bagus artinya capai target, tapi buat aku gk ngerasa selalu ketinggalan sahamnya naik terus. Gimana kalau misal kurang? Ya udah belajar lagi, tapi buat aku ngerasa jelas dan punya tolak ukur.
Januari ditutup dengan lebih (kecil) dan Februari ditutup dengan kurang. Di pembelajaran kali ini aku merasa sangat bersyukur pada diri sendiri. Apa karena lebih itu? Tidak. Karena tidak mudah goyah pada plan dan merasa terukur. Selain punya target tersendiri, untuk mengurangi kebingunan dan kepanikan, aku tidak mau menambah saham yang berbeda dari yang sudah aku rencanakan, supaya tidak overtrade dan malah bingung sendiri.
Ada momen-momen setelah turun kemarin (pas trading halt), beberapa saham naik dari titik rendahnya, tapi karena saham di porto udah terlalu banyak, cukup bilang ke diri sendiri 'STOP, sabar dulu aja'. Ada saham yang akhirnya naik dan ada saham yang akhirnya turun dan balik turun lagi. Di sinilah rasa syukur ku dapat. Aku ngerasa "Oh ternyata kalau sabar dan disiplin, gk grasak-grusuk, aku terhindar dari guncangan naik turun ini ya." Menurutku dibanding aku harus cemas setiap saat, aku sekarang masih memilih style bertahan (karena maklum baru pemula).
Rasa syukur yang ku peroleh kali ini masih belum dari untung berpuluh-puluh, beratus-ratus, bahkan beribu-ribu persen dari saham. Tapi dari rasa menahan diri, mengamati pergerakan pasar yang masih fluktuaktif, dan masih bisa mengontrol diri tidak gegabah di situasi tidak jelas seperti sekarang. So, kesimpulannya adalah perencanaan matang, tidak selalu membawamu dekat pada keberhasilan, perencanaan matang membuatmu jauh lebih tenang ketika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan.
$BNBR $ENRG $ITMG