imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

oke lanjut part 31 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (TEBE, DCII, BYAN)

PT Dana Brata Luhur Tbk ( $TEBE ) bergerak di infrastruktur penunjang batubara seperti hauling road, terminal batubara, dan jasa logistik tambang melalui anak usaha PT Talenta Bumi dan PT Pelabuhan Talenta Bumi

Model bisnis : Infrastruktur logistik batubara
Layanan utama : hauling road, terminal batubara, pelabuhan khusus
Anak usaha : Talenta Bumi, Pelabuhan Talenta Bumi, Talenta Bumi Energi
Pendapatan utama : jasa transportasi batubara & terminal handling
Karakter bisnis : kontrak jangka panjang dengan perusahaan tambang

Sifat bisnisnya:
➡ semi-infrastruktur tambang (asset heavy)
➡ cashflow biasanya stabil jika volume batubara tinggi.

alokasi capex
2021 : pengembangan hauling road & peralatan angkut
2022 : upgrade conveyor dan peningkatan kapasitas terminal
2023 : tambahan armada truck & fasilitas pelabuhan
2024 : optimasi terminal line & peralatan loading
2025 : ekspansi pelabuhan dan integrasi logistik

Artinya ➡ bisnis TEBE sangat capital intensive.

Multiple yang wajar:
10x – 14x TE
Fair Value Jika TEPS 2025 ≈ 115 = 1.150-1.610 per share

fase emiten
2021 Recovery, batubara mulai naik
2022 Expansion, supercycle coal
2023 Mature growth, volume stabil
2024 Stabilization, harga coal turun tapi volume masih kuat
2025 Strategic expansion, integrasi dengan grup baru

Pengendali berubah menjadi bagian dari Jhonlin Group.
Implikasinya:
👍 kemungkinan volume hauling meningkat
👍 potensi kontrak internal group
👍 ekspansi pelabuhan
Ini bullish structural catalyst.

$DCII = Data Center Colocation & Digital Infrastructure
Model bisnis:
- Menyewakan rack / server space di data center
- Menyediakan power, cooling, connectivity
- Colocation untuk: hyperscale cloud, fintech, enterprise, telco, content provider
Karakter bisnis:
- Capex sangat besar
- Margin tinggi
- Recurring revenue jangka panjang
- Kontrak biasanya multi-year
Di public expose disebutkan:
- 119 MW kapasitas IT aktif
- pipeline ekspansi sampai 600 MW dan bahkan >1000 MW di masa depan

Karena DCII adalah Digital Infrastructure Monopoly-like Asset, valuasi normal industri global bisa 25-60x
Namun untuk Indonesia: Fair Multiple DCII = 25-35x
jadi sekitar 7.560-13.230 per share

DCII sangat capex intensive. Strategi manajemen:
1. Modular data center : Bangun kapasitas bertahap → occupancy dulu baru tambah.
2. Hyperscale anchor tenant. Server cloud besar (AWS, Google, dll) biasanya: sewa long term, kontrak besar, Ini membuat utilization cepat naik.
3. Landbank. DCII membeli lahan untuk cluster data center. Contoh: Cibitung, Karawang, Bintan hyperscale campus

siklus capex
2021 Cibitung expansion
2022 hyperscale facility
2023 Karawang DC
2024 Surabaya & Bintan pipeline
2025 hyperscale campus

Kondisi Market Segment
- Cloud demand : sangat kuat
- AI compute : mulai naik
- Hyperscaler : agresif masuk
- Data sovereignty : mendorong local DC
- Indonesia internet growth : tinggi
Kesimpulan, Data center Indonesia = early stage

jadi DCII = kualitas bisnis sangat tinggi
tapi harga saham biasanya sangat premium.
Karakter: digital infrastructure monopoly
mirip: Equinix

next $BYAN , PT Bayan Resources Tbk, integrated coal producer dengan model bisnis:
- Coal mining (Kalimantan Timur & Selatan)
- Coal hauling & infrastructure (jalan hauling, barge, port)
- Coal logistics & transshipment
- Export coal sales (China, India, ASEAN)

Karakter utama bisnis BYAN:
- Low cost producer
- Infrastruktur logistik sendiri
- Margin sangat sensitif harga batubara global

strategi Capex
2021 Infrastruktur hauling, menyiapkan volume produksi besar
2022 Tambang + equipment, ekspansi saat harga coal tinggi
2023 Port & logistic, meningkatkan kapasitas ekspor
2024 Overburden removal, menjaga strip ratio & produksi
2025 Fleet & efficiency, menurunkan cost per ton

Strategi BYAN sangat khas:
Capex saat coal mahal → harvest cash saat coal turun
Ini alasan cash BYAN sangat besar dan sering membayar dividen besar.

fase emiten
2021 Early boom, ekspansi produksi, coal naik
2022 Supercycle peak, laba ekstrem, krisis energi global
2023 High cycle, laba masih tinggi, demand China kuat
2024 Normalisasi, margin turun, harga stabil
2025 Mid cycle, stabil, ASP turun
2026 Efficiency phase, fokus cost, coal supply normal

Berdasarkan guidance Public Expose:
Produksi: 68 MT FY2025 → target stabil 2026
Risiko utama:
- Harga batubara global
- Kebijakan energi China / India
- Strip ratio meningkat
- ESG pressure terhadap coal
Positif:
- Cost BYAN sangat rendah
- Infrastruktur logistik sendiri
- Net cash company

valuasi
True Earning Per Share ≈ $0.021 – $0.025 = sekitar $0.115 - $0.23 per share

kesimpulan BYAN :
Business quality : sangat kuat
Balance sheet : net cash
Cyclicality : sangat tinggi
Dividend potential : tinggi
Growth : terbatas
BYAN = cash cow cyclical

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy