$WIFI $LPPF $JSMR
*Daily News 4/3/2026*
*Rangkuman berita hari ini:*
- Fitch Ratings ubah outlook Indonesia ke negatif
- KSEI buka data kepemilikan >1%
- TPIA force majeure akibat pasokan Selat Hormuz
- BBNI umumkan revisi buyback dari Rp1,5 T jadi Rp905 M
- JSMR 12M25: laba bersih -19,3% YoY
- Pengendali beli 0,51% IRSX Rp17 M
- Pemegang saham jual 1,7% BNBR Rp434 M
- Komisaris beli 0,33% SCMA Rp67 M
- WIFI ubah penggunaan dana rights issue Rp6 T
- WIFI tandatangani kerja sama dengan FiberHome
- 3 direktur beli MPMX Rp4 M
- Trump ancam hentikan perdagangan dengan Spanyol
- AS siapkan asuransi dan pengawalan tanker di Selat Hormuz
- PMI Manufaktur China Februari 2026 ekspansi
- LPPF dividend indikatif yield 13,2%
- Pemerintah pastikan stok energi jelang Idul Fitri aman di atas 21 hari
- Pemerintah siapkan diversifikasi impor minyak ke AS
- OJK perkirakan 70–75% emiten siap penuhi free float 15% di tahun pertama
===
- Fitch Ratings dikabarkan merevisi outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat BBB. Revisi ini disebut dilakukan karena karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan risiko terhadap prospek fiskal. Di sisi lain, peringkat tetap ditopang oleh rekam jejak dalam menjaga stabilitas makroekonomi, rasio utang yang moderat, serta cadangan eksternal yang memadai, meski masih dibatasi penerimaan negara yang lemah dan biaya utang yang tinggi. (Detik)
- KSEI menyampaikan laporan kepemilikan saham di atas 1% per 27 Februari 2026. Hal ini dilakukan menindaklanjuti keputusan OJK dalam rangka pemenuhan penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik. (Keterbukaan informasi)
- *TPIA:* Bloomberg melaporkan bahwa *PT Chandra Asri Pacific (TPIA)* mengumumkan force majeure terkait disrupsi pasokan feedstock melalui Selat Hormuz. Durasi force majeure tersebut masih belum pasti serta Perseroan belum memberikan komentar lebih lanjut atas kabar ini. (Bloomberg)
- *BBNI: PT Bank Negara Indonesia (BBNI)* merevisi rencana buyback saham dari Rp1,5 triliun jadi ~Rp905 miliar. Periode buyback berlangsung dari 9 Maret 2026 – 8 Maret 2027. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 9 Maret 2026. (Publikasi emiten)
- *JSMR: PT Jasa Marga (JSMR)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp931 miliar pada 4Q25 (+8,6% QoQ; -24,5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp3,7 triliun (-19,3% YoY). Hasil ini di bawah estimasi Mansek dan konsensus, mencapai 94–96% dari estimasi FY25F. Penurunan laba bersih secara YoY terutama berasal dari adanya one-off pembalikan deferred income tax akibat perubahan metode amortisasi jalan tol pada tahun lalu. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp5,3 triliun (+4,9% QoQ; +8,1% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp19,9 triliun (+5,7% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk JSMR. (Mansek Research)
- *IRSX:* Pengendali *PT Folago Global Nusantara (IRSX),* Matra Tri Abadi, membeli ~31 juta (0,51%) saham IRSX dengan harga Rp540/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp17 miliar. Transaksi dilakukan pada 3 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di IRSX menjadi 63,95%. (Publikasi emiten)
- *BNBR:* Pemegang saham *PT Bakrie & Brothers (BNBR),* Port Fraser International Ltd, menjual ~3 miliar (1,7%) saham BNBR dengan harga Rp147/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp434 miliar. Transaksi dilakukan pada 26 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BNBR menjadi 24,31%. (Publikasi emiten)
- *SCMA:* Komisaris *PT Surya Citra Media (SCMA),* RD Adi Wardhana Sariaatmadja, membeli ~242 juta (0,33%) saham SCMA dengan harga Rp276/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp67 miliar. Transaksi dilakukan pada 26 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di SCMA menjadi 0,33%. (Publikasi emiten)
- *WIFI: PT Solusi Sinergi Digital (WIFI)* mengumumkan rencana perubahan penggunaan dana hasil right issue tahun 2025 sebesar ~Rp6 triliun, menjadi penyetoran modal ke anak usaha PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yang selanjutnya akan digunakan untuk setoran modal ke PT Telemedia Komunikasi Pratama untuk pengembangan proyek Fixed Wireless Access (FWA). Sebelumnya, rencana penggunaan dana hasil rights issue akan untuk setoran modal kepada JIA, yang selanjutnya akan digunakan untuk setoran modal kepada PT Integrasi Jaringan Ekosistem untuk pembangunan jaringan Fiber To The Home (FTTH). Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB yang direncanakan pada 8 April 2026. (Publikasi emiten)
- *WIFI: PT Solusi Sinergi Digital (WIFI)* menandatangani kerja sama strategis dengan Wuhan FiberHome International Technologies Co. Ltd. pada untuk mempercepat implementasi solusi 5G FWA 1.4GHz dan perluasan infrastruktur fixed broadband di Indonesia. Selain itu, Perseroan mengadakan pertemuan tertutup dengan Baicells untuk membahas pengembangan dan integrasi teknologi 5G FWA 1.4GHz melalui Internet Rakyat (IRA). (Publikasi emiten)
- *MPMX:* 3 direktur *PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX),* Suwito Mawarwati, Beatrice Kartika dan Kemal Mawira, membeli ~4 juta saham MPMX dengan harga rata-rata Rp1.030/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp4 miliar, bertujuan untuk pelaksanaan program insentif jangka panjang. Transaksi dilakukan pada 2 Maret 2026. (Publikasi emiten)
- Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Donald Trump mengancam menghentikan seluruh perdagangan dengan Spanyol setelah negara tersebut menolak penggunaan pangkalan militernya untuk operasi AS terhadap Iran. Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa hubungan dagang harus mengikuti hukum internasional dan perjanjian Uni Eropa–AS. Ketegangan meningkat karena Trump juga menyoroti kembali rendahnya belanja pertahanan Spanyol di NATO. (Bloomberg)
- Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Donald Trump menyatakan AS akan menyediakan jaminan asuransi dan pengawalan angkatan laut untuk memastikan kelancaran pergerakan tanker minyak melalui Selat Hormuz di tengah perang dengan Iran. AS berencana menawarkan skema asuransi melalui Development Finance Corporation (DFC) untuk membantu menjaga arus energi, meski implementasinya diperkirakan membutuhkan waktu dan ketidakpastian risiko masih tinggi. (Bloomberg)
- Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur China pada Februari 2026 berada di level 52,1 (vs. Jan-26: 50,3), menandakan fase ekspansi (di atas 50). Level ini merupakan raihan tertinggi sejak Desember 2020 serta di atas estimasi konsensus sebesar 50,2. (S&P Global)
- *LPPF: PT Matahari Department Store (LPPF)* mengajukan rencana pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp250/saham berdasarkan materi paparan publik perseroan. Nilai tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 13,2% dengan menggunakan harga saham LPPF pada Selasa, 3 Maret, sebesar Rp1.900/lembar. (Publikasi emiten)
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi nasional berada di level aman menjelang Idul Fitri, dengan stok BBM, minyak mentah, dan LPG berada di atas standar minimum 21 hari. Bahlil menyebut kapasitas penyimpanan energi saat ini berkisar 25–26 hari, dan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan fasilitas baru agar dapat mencapai standar internasional hingga tiga bulan. (Kontan)
- Pemerintah menyiapkan pengalihan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk mengantisipasi risiko pasokan akibat ketegangan di Selat Hormuz. Indonesia saat ini mengimpor sekitar 20%–25% minyak mentah dari Timur Tengah, sementara sisanya berasal dari Afrika, Amerika, dan beberapa negara lain. Meski ketergantungan langsung pada jalur Hormuz hanya sekitar seperempat impor, pemerintah tetap mencari opsi diversifikasi guna menghindari ketidakpastian geopolitik. (Kontan)
- OJK memperkirakan sekitar 70%–75% emiten di BEI mampu memenuhi ketentuan free float minimum 15% pada tahun pertama implementasi aturan baru. OJK menetapkan batas pemenuhan maksimal tiga tahun, namun tetap membuka ruang penyesuaian bagi emiten yang menghadapi kendala. (Kontan)
=========
*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*