$TPIA Sudah Umumkan Force Majeur Tidak Bisa Delivery Oil dari Hormuz
Ini adalah berita yang sangat signifikan karena TPIA adalah perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia. Kalau sampai TPIA ndak dapat feedstock, macet itu pabrik petrokimia.
Semua perusahaan plastik dan tekstil yang pakai bahan baku dari TPIA bisa macet juga. Terus semua konsumen dan perusahaan yang pakai plastik dan tekstil yang sumbernya dari bahan baku TPIA bisa kena dampak juga.
Efek dominonya nanti agak serem kalau dibayangkan.
Dampaknya ini real banget bagi ekonomi Indonesia soalnya total kapasitas produksi TPIA melonjak dari 4,23 juta ton pada tahun 2024 menjadi 17,6 juta ton per tahun hingga akhir 2025. Jadi bayangkan kalau itu macet.
Kebutuhan petrokimia Indonesia sangat tinggi, mencapai lebih dari 27 juta ton, namun masih mengalami defisit besar mencapai 10,5 juta ton pada 2024. Impor membengkak, terutama untuk polimer seperti Polyethylene (PE) dan Polypropylene (PP) untuk industri makanan, minuman, dan kemasan. Pemerintah mendorong integrasi kilang hulu-hilir untuk kurangi ketergantungan impor.
Jadi bayangkan Indonesia tanpa plastik. $BUMI pertiwi bisa bersih kali ya.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ADRO
1/6





