Sebagai tambahan, hilirisasi batubara supaya jadi DME (Dimetil Eter) sebagai produk substitusi dari LPG itu perlu teknologi CCUS (Carbon Capture Utilization Storage)
Istilah ini lebih familiar dalam industri migas di Indonesia karena costnya biasanya cenderung mahal, tapi CCUS ini bukan lagi pilihan buat pemerintah, wajib ada di proyek DME karena emisi batubara yang terlampau kotor itu perlu di filter supaya bisa digunakan
Proses CCUS kurang lebihnya:
- Capture (Tangkap): Cerobong pabrik DME dipasang "filter raksasa" untuk menangkap gas polusi (CO2) atau carbon sebelum lepas ke langit
- Utilization (Manfaatkan): Gas yang tertangkap tidak dibuang percuma, tapi diolah jadi bahan berguna seperti campuran aspal/beton, plastik, hingga alkohol
- Storage (Simpan): Sisa gas disuntikkan jauh ke bawah tanah (ke dalam bekas sumur minyak) agar tersimpan permanen dan tidak merusak atmosfer
Singkatnya, CCUS itu fungsinya jadi "penyaring dosa" emisi batu bara. Biar gas DME yang masuk ke dapur warga itu bersih, warna biru, dan dari segi produksinya itu pabriknya tidak terlalu berdampak merusak lingkungan
NFA, DYOR
$IATA $BUMI $ADRO
