imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Perang dan ketahanan energi

Beberapa tahun belakangan ini kita disuguhkan berita tentang perang. Paling terakhir adalah Iran dan memicu pergolakan harga minyak dunia karena posisi Iran yang menutup selat untuk perdagangan kapal minyak. Namun terlepas penutupan selat sebenarnya setiap negara sewajarnya harus memiliki ketahanan energi secara nasional untuk kepentingan nasionalnya.

Mengapa demikian ?

Bayangkan saja sebuah mobil mahal namun tidak memiliki bahan bakar. Apakah akan bisa berjalan ? Meskipun kita memiliki teknisi handal sekalipun. Ketika energi untuk mengerakkan mesin tidak ada, mobil mahal tersebut hanyalah rongsokan. Hal ini jugalah yang memicu amerika memicu perang terhadap iran, karena iran sendiri pemasok minyak kepada China yang kita ketahui sebagai saingan USA dalam geopolitik maupun ekonomi dunia.

Terus bagaimana dengan Indonesia sendiri mengenai ketahanan energi terutama minyak bumi? Seperti kita ketahui Indonesia pernah menjadi anggota OPEC dan kemudian sekarang menjadi NET IMPORTIR minyak. Bahkan produksi minyak bumi kita sendiri terus mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga hal ini sangat membebani neraca perdagangan kita, karena seperti yang kita ketahui bahwa kebijakan populis untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak setiap tahun mengalami kenaikan.

Dari semua narasi tadi, hal inilah yang menjadi dasar bahwa investasi pada sektor minyak bumi MAU TIDAK MAU harus digenjot pemerintah. Terlihat bahwa sebelum perang Iran terjadi pemerintah sudah rajin untuk mencari sumber minyak dan gas alam baru. Alasannya bukan hanya karena kenaikan harga minyak akibat perang. Namun defisit neraca APBN yang terus melebar menyebabkan pemerintah tidak leluasa dalam merancang APBN demi pertumbuhan ekonomi dan juga ketergantungan terhadap kepentingan luar negeri jika terjadi masalah geopolitik seperti saat ini.

$LEAD $WINS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy