Tensi Geopolitik Meningkat, Harga Minyak Global Melonjak Tinggi!!!
Harga minyak WTI hari ini mengalami kenaikan 5,43% secara harian mencapai USD 70,7 per barel, yang menjadi level tertinggi sejak bulan Juni 2025.
Kondisi ini terjadi setelah adanya serangan gabungan dari AS dan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran, yang meningkatkan ketegangan geopolitik global, Iran sendiri juga melakukan serangan balasan.
Bahkan Iran juga menyerang pangkalan milik AS yang berada di negara-negara Timur Tengah seperti UAE, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Irak, dan Suriah.
Ketegangan geopolitik tersebut membuat Selat Hormuz ditutup, padahal selat tersebut merupakan jalur pelayaran yang menangani sekitar 20% dari perdagangan minyak global.
Saat ini banyak perusahaan pelayaran yang mulai mengalihkan rute kapal ke jalur lain yang lebih aman tapi jauh, ini membuat pemenuhan pengiriman barang menjadi tertunda yang bisa meningkatkan tarif pelayaran ataupun harga barang yang dibawa seperti minyak tersebut.
Banyak negara di Timur Tengah yang juga masuk dalam top 10 produsen minyak terbesar dunia, jika perdagangan minyak mereka terganggu, pastinya akan meningkatkan harga minyak global karena supply yang bermasalah.
Kenaikan harga minyak global sendiri efeknya juga kurang bagus bagi Indonesia, karena bisa meningkatkan harga jual bahan bakar minyak (BBM), yang pada akhirnya bisa meningkatkan harga jual barang pokok dan membuat inflasi berpotensi naik.
Hari ini IHSG juga terlihat terjadi penurunan sampai 1,6%, efek karena hal tersebut yang dikhawatirkan juga menjadi awal pecahnya perang dunia ketiga.
Untuk emiten-emiten minyak dan gas di Indonesia tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan, karena naiknya harga minyak global bisa meningkatkan harga jual, ataupun untuk emiten jasa penunjang migas bisa meningkat untuk permintaan jasanya.
Ada yang pegang emiten minyak dan gas disini?
馃憠聽Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$ELSA $MEDC $ENRG
1/4



