$POWR
Perang Iran-Israel pasti berimplikasi pada kenaikan biaya energi, bahan bakar untuk pembangkit listrik. Untungnya, eksposur sy telah berkurang signifikan sejak minggu lalu.

Bagaimanapun akan ada kenaikan cost yg akan tercermin di LK berikutnya. Hanya ketika bahan bakar murah, electric company bs merasakan margin lumayan. Ini bisnis hilir, bukan hulu. Hal sepele yg sering dilupakan investor non institusi.

Ada penyakit POWR yg dulu hot tp kini dilupakan, sejak berakhirnya/mengecilnya kontrak dgn PLN, emiten perlu berjibaku menutup "lubang" kapasitas, ini memakan waktu bertahun-tahun. Tak lama kemudian isu ESG makin berkembang, pelanggan mulai shifting ke rooftop solar panel dan mengurangi kapasitas langganan listrik energi fosil. emiten mengakali dgn menawarkan jasa "power supply cadangan" in case sumber listrik energi bersih bermasalah dan sekaligus menawarkan jasa pemasangan dan maintenance solar panel tsb.

Itulah sebabnya kenapa laba POWR mandek. bertahun-tahun di situ-situ saja. Tak banyak pihak kritis mempertanyakannya, karena terlalu sibuk mengejar emiten dgn dividen serasa hold obligasi. Momentum ini justru dimanfaatkan pihak lain (include me) untuk akumulasi sekaligus mengendarai "jualan marketing tsb" untuk dobel gain, dividen + capital gain. Gpp kan? hehehe.

Sejak IPO di 1500, emiten tak pernah bisa hit rekor tsb, krn belum ada ekspansi signifikan, emiten telah fase mature, terkecuali ada langkah berani dan signifikan untuk growth/akuisisi perusahaan luar di Asia Tenggara. Itu plan sudah ada, namun keburu Covid-19 datang. Akhirnya bertahun-tahun manajemen hanya wait and see, belum ada peluang besar lagi yg datang.

Jika anda puas dengan hasil yg sudah ada ceiling-nya. Emiten ini oke, tapi kalau mengejar growth of capital, mungkin ini jd pemberat. Ada cashflow tp dihadapkan pada kenyataan "sudah mentok", itu saja.

$DSSA $KEEN

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy