Selamat malam rekan-rekan,
Kita akan coba membahas operasi militer US-Israel terhadap Iran dan implikasinya ke market. Menurut pandangan saya, tujuan utama yang akan dicapai dari agresi ini adalah mencoba menggulingkan pemerintahan Iran dan mencoba mengusung pemimpin boneka yang pro-US seperti yang terjadi pada kudeta tahun 1953 dan tujuan kedua adalah meningkatkan harga minyak karena dengan ditutupnya Selat Hormuz maka supply minyak Arab akan terhambat (sekitar 20-30% konsumsi dunia) sehingga AS lebih mudah menjual minyak Venezuela (yang baru 'diakuisisi') dengan harga tinggi.
Imbas dari dua faktor ini juga akan membuat harga emas melambung lagi dan bitcoin (serta crypto lainnya) tertekan karena banyak yang menggunakan leverage/margin dan dianggap high risk sehingga akan terjadi switching ke safe haven. Karena tujuan utamanya adalah minyak maka kemungkinan yang akan menjadi pusat konsentrasi di sini dan terlampir chart yang menunjukkan potensi rally ke target pertama $75 dan target optimal adalah $87 (slide 1). Pasar saham akan bergerak volatile dan kemungkinan akan terjadi rebalancing sesaat dimana saham oil dan perkapalan akan diburu dengan kompensasi saham teknologi/manufaktur/sensitif terhadap kenaikan minyak didump. Emas juga kelihatan ada potensi untuk menguji resistance ATH $5.597 namun karena sudah mengalami rally panjang, break high dan rally kemungkinan hanya akan terjadi kalau operasi militer ini berlangsung panjang (slide 2) sedangkan BTC/USD terlihat dalam posisi bearish berat dengan target koreksi $22.200 apabila support terakhir $59.930 jebol (slide 3).
Apabila minyak mencapai harga ini katakan dalam waktu kurang dari sebulan, maka hal ini perlu diwaspadai karena sifatnya sementara karena minyak dunia saat ini masih dalam kondisi oversupply sehingga kenaikan yang terjadi adalah forced-demand yang disebabkan oleh ditutupnya Hormuz. Ada sedikit persamaan kondisi ini dengan invasi Iraq di tahun 2003 lalu dan pada waktu itu, operasi militer berlangsung sekitar 3 bulan dan menyebabkan harga minyak melonjak sementara ke $40 namun akhirnya turun lagi dengan cepat ke level $26. Kalau operasi militer ini juga berhasil mencapai gencatan senjata di bawah 3 bulan, maka kemungkinan harga oil dan saham akan kembali stabil dan narasi penurunan suku bunga di semester 2 masih bisa berlangsung karena tidak ada impact inflasi tapi kita akan terus mengikuti perkembangan ini.
Tetap tenang dan jangan panik karena volatilitas pasti akan terjadi, jadikan ini sebagai momen yang bagus untuk akumulasi terutama saham yang sudah dianalisa dan diincar, good luck!
Random Tag : $BULL $BUMI $ARCI
1/3


